Duh, Bocah Ini Dianiaya dan Ditanam Hidup-hidup Orangtuanya! Terjadi di Padanglawas Utara

513
Nenek korban, mendampingi bocah malang saat dirawat intensif di RSUD Gunungtua. Bocah malang berinisial SA itu menjadi korban penganiyaan kedua orangtuanya bahkan sempat ditanam hidup-hidup oleh ibunya. [edisimedan.com/bey]

EDISIMEDAN.COM, PADANGSIDEMPUAN – Ibu kandung dan ayah tiri tega menganiaya anaknya hingga mengalami luka-luka dan terpaksa dirawat di RSUD Gunung Tua. Kejadian ini terungkap setelah warga melaporkan kepada pihak berwajib.

Hingga saat ini, petugas masih melakukan pencarian dan pengejaran terhadap kedua orang tua yang tega melakukan penganiayaan terhadap anaknya sendiri. Polisi belum bersedia memberikan keterangan terkait kasus ini.

Bocah malang itu berinisial SA, masih berusia 6 tahun. Pasca mendapatkan penganiayaan dari ibu kandung dan ayah tirinya, yang diketahui bernama Risma Delina dan Aldi Pratama, warga Hutaimbaru I, Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara.

Korban mengalami luka-luka di bagian dagu, kaki, kepala dan badan akibat dianiaya benda tumpul dan sundutan api.

Terbongkarnya kasus ini, karena warga atau pemilik kebun tempat kedua orang tuanya bekerja, melaporkan kasus ini kepada pihak berwajib.

Menurut pihak keluarga korban, penganiayaan yang dilakukan kedua orang tuanya terhadap SA bukan kali ini saja dilakukan. Karena selain melakukan pemukulan, bocah malang itu juga sempat ditanam hidup- hidup kedua orang tuanya.

SA sebenarnya baru tiga bulan ikut ibu kandungnya, setelah menikah dengan ayah tirinya itu. Selama ini, kedua orang tua bocah malang itu merupakan buruh harian di salah satu kebun warga dan sering berpindah-pindah.

“Kata mamaknya dipaksa dia mukul anaknya daripada diceraikan. Status lakinya ayah tiri. Dia menganiaya kadang pakai mancis, nampak kok. Harapannya ya supaya cepat ditangkap,” kata Roni boru Regar, nenek korban.

Kini korban didampingi Lembaga Perlindungan Anak Padangsidimpuan. Kasusnya sendiri sudah dilaporkan ke Unit Perlindungan Anak Polres Padangsidimpuan.

Menurut Ketua LPA Kota Padangsidimpuan, Friska Harahap, pelaku penganiyaan itu adalah ibu kandungnya sendiri. Motif pelaku aniaya putrinya karena intimidasi dari suami yang baru dinikahinya sebagai tindakan pelampiasan emosi dari kedua orangtua.

“Kita siap mendampingi anak ini sampai sembuh, mohon kerjasamanya dari semua pihak, hingga pelaku ditangkap,” kata Friska Harahap.

Pelaku Sudah Ditahan

Sementara itu, Kapolres Tapsel AKBP Muhammad Iqbal SIK melalui Kasat Reskrim AKP Ismawansa bilang, pelaku yang merupakan ibu kandung telah ditahan di Polsek Padang Bolak.

“Pelaku akan segera dibawa ke Polres Tapsel untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam interogasi awal, pelaku yang merupakan ibu kandungnya sudah mengakui perbuatannya dan saat ini masih pendalaman,” ungkap Kasat Reskrim AKP Ismawansa [bey]

Apa Tanggapan Anda?