Home / SUMUT / Duh, Debt Collector ITC Finance Keroyok Seorang Ibu Gegara Nunggak 3 Bulan

Duh, Debt Collector ITC Finance Keroyok Seorang Ibu Gegara Nunggak 3 Bulan


Setelah 33 kali membayar cicilan kredit, korban mengaku mengalami kesulitan ekonomi, hingga menunggak cicilan yang hanya tinggal 3 kali pembayaran lagi. Ini tidak adil.

RANTAUPRAPAT| Seorang ibu mengaku dikeroyok empat orang kolektor karyawan PT ITC Finance Rantauprapat yang merampas paksa sepeda motornya di Jalan SM Raja Rantauprapat, Jumat (16/10/2015) pagi, sekitar pukul 10.00 WIB. Tak senang atas tindakan 4 kolektor itu, korban Sericelita Rambe (40), warga Jalan Aek Matio Rantauprapat, langsung membuat laporan pengaduan ke Mapolres Labuhanbatu.

Kepada wartawan, korban Sericelita mengatakan, kejadian itu berawal saat dirinya baru saja tiba di lokasi tempatnya bekerja, yakni diĀ  salah satu toko penjual barang elektronik di kawasan Jalan SM Raja Rantauprapat.

Korban yang saat itu menunggangi sepeda motor Honda Revo BK 5525 YAN, tiba-tiba saja disergap 4 orang pria yang mengaku sebagai kolektor ITC Finance Rantauprapat.

“Keempat kolektor itu pun mengaku akan menarik paksa kereta Revo yang kutunggangi karena telah 3 bulan menunggak cicilan pembayaran. Tanpa basa-basi, mereka langsung mencoba merampas kunci kontak dari tanganku,” jelasnya.

Namun ibu 6 anak itu mengaku berontak, dengan tetap mempertahankan kunci kontak sepeda motor itu digenggaman tangannya. Ketika itulah, keempat kolektor ITC tersebut melakukan penganiayaan terhadap dirinya.

“Tanganku ditarik-tarik mereka. Ini akibatnya, tanganku terluka goresan bekas cakaran. Tapi saat itu aku tetap bertahan memegang kunci itu,” terangnya.

Baca Juga:  Balita Penderita Hydrocepalus di Rantauprapat Butuh Bantuan

Meski gagal merampas kunci kontak tersebut, keempat kolektor itu rupanya tak kehabisan akal. Mereka, kata Sericelita, malah mengangkat dan menaikkan sepeda motor Revo yang ditungganginya itu ke atas satu unit becak bermotor yang telah disediakan.

“Setelah kereta naik ke atas beca, mereka pun pergi begitu saja,” ungkapnya.

Pasca kejadian itu, lanjut Sericelita, dirinya pun langsung membuat laporan pengaduan ke Mapolres Labuhanbatu.

“Laporannya sudah diterima dengan nomor LP/1714/X/2015/SU/RES-LBH. Dan saya punya bukti rekaman kamera cctv. Karena saat aksi itu mereka lakukan, semuanya terekam kamera pengintai toko elektronik tempat saya bekerja,” pungkasnya.

Merasa Diperas
Pasca kejadian itu, korban Sericelita pun mengaku telah mendatangi kantor ITC Finance yang berlokasi di kawasan Jalan Ahmad Yani Rantauprapat.

“Dan pihak ITC memang mengakui jika keempat kolektor itu adalah karyawan mereka yang memang ditugaskan untuk menarik paksa sepeda motorku itu. Alasannya, karena masih ada cicilan kredit selama 3 bulan lagi yang belum dilunasi,” ucapnya.

Agar sepeda motornya dapat dikembalikan, kepada pihak perusahaan, Sericelita pun mengaku bersedia melunasi cicilan kredit yang hanya tinggal 3 bulan itu.

“Tapi anehnya, pihak perusahaan malah menolak menerima pembayaran cicilan selama 3 bulan itu. Katanya, saya harus juga membayar denda tunggakan yang mencapai Rp2,5 juta. Jika tidak, mereka tidak akan menerima pembayaran kredit dan tidak akan mengembalikan keretaku itu,” terangnya.

Baca Juga:  Perampok Bersenpi Sikat Ratusan Juta Uang Grosir

Sericelita menjelaskan, dirinya memang telah menjadi nasabah ITC Finance Rantauprapat atas pembelian sepeda motor Revo dengan angsuran Rp380 ribu selama 36 kali pembayaran.

Namun setelah 33 kali membayar cicilan kredit, Sericelita mengaku mengalami kesulitan ekonomi hingga menunggak cicilan kredit sepeda motorĀ  yang hanya tinggal 3 kali pembayaran lagi.

“Jadi kan sangat tidak adil, hanya karena 3 kali pembayaran lagi, kereta itu mereka tarik. Nah, begitu mau saya lunasi, mereka malah memaksa saya untuk membayar denda tunggakan yang mencapai Rp2,5 juta. Inikan namanya pemerasan,” tandasnya.

Padahal, menurut Sericelita, setiap perusahan pembiayaan biasanya hanya menahan BPKP kendaran jika seorang nasabah atau konsumen tidak sanggup membayar denda tunggakan cicilan pembayaran.

“Tapi kenapa ITC ini menahan sepeda motor saya, hanya karena tak sanggup bayar denda tunggakan. Jadi intinya, saya mau bayar cicilan, tapi diperas perusahaan. Dan kepada masyarakat saya imbau untuk hati-hati jika menjalin kerjasama dengan ITC, jangan sampai menjadi korban seperti saya,” pungkasnya.

Sementara perwakilan PT ITC Finance Rantauprapat, Dede, mengakui jika 4 orang kolektor yang menarik paksa sepeda motor nasabah tersebut adalah karyawan PT ITC Finance Rantauprapat.

Baca Juga:  NasDem Usung Lisa Andriani Lubis - Sapta Bangun Pilkada Binjai 2020

“Mereka memang ditugaskan untuk mengamankan aset perusahaan dari tangan nasabah yang menunggak,” jelasnya.

Pria berkulit hitam dengan mengenakan kacamata itu juga mengaku tak akan mengembalikan sepeda motor nasabah tersebut sebelum adanya pelunasan seluruh cicilan pembayaran dan denda tunggakan sebesar Rp2,5 juta.

“Jadi cicilannya itu Rp380 ribu dikali 3 bulan, ditambah denda Rp2,5 juta. Jadi total semua itu harus dibayar, baru kita bisa kembalikan sepeda motornya. Dan ini sudah menjadi ketentuan perusahaan kita,” jelasnya. [jar]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up