Home / NEWSSUMUT / Duh, Hanya Karena Hal Ini, Syarif Tikam Pamannya Hingga Tewas

Duh, Hanya Karena Hal Ini, Syarif Tikam Pamannya Hingga Tewas


Mapolsek Barusjahe melakukan rekonstruksi, Jumat (04/05/2018) di halaman Mapolsek yang dipimpin langsung Kapolsek Barusjahe AKP Siswaya didampingi KBO Reskrim Polres Tanah Karo Iptu J Manullang.
Mapolsek Barusjahe melakukan rekonstruksi, Jumat (04/05/2018) di halaman Mapolsek yang dipimpin langsung Kapolsek Barusjahe AKP Siswaya didampingi KBO Reskrim Polres Tanah Karo Iptu J Manullang.

EDISIMEDAN.com, KARO- Berawal dari cipratan genangan air di jalan, seorang pria di Dusun Siberteng Desa Sikap, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo menikam pamannya hingga tewas.

Korban bernama Berando Barus (40) tewas seketika ditangan Syarif Hidayat Tarigan(35). Tikaman bertubi-tubi didada dan leher membuat ayah empat anak itu terkapar bersimbah darah di halaman rumahnya.

Hal ini terungkap setelah Mapolsek Barusjahe melakukan rekonstruksi, Jumat (04/05/2018) di halaman Mapolsek yang dipimpin langsung Kapolsek Barusjahe AKP Siswaya didampingi KBO Reskrim Polres Tanah Karo Iptu J Manullang.

Dalam kasus tersebut, tersangka memperagakan 15 adegan kejadian. Adegan diceritakan pada saat itu Kamis(29/3/2018) sekira pukul 12.00 Wib tersangka Syarif Hidayat Tarigan bersama dengan saksi Torino Tarigan sedang memperbaiki sepeda motor miliknya yang rantainya putus ditengah jalan. Kebetulan tak jauh dari tempat memperbaiki motornya ada genangan air.

Tak berapa lama, Berando Barus melintas dengan sepeda motor yang ditungganginya sepulang dari belanja di Berastagi. Akibatnya, genangan air yang dilintasinya terciprat ke tubuh Syarif Hidayat Tarigan (tersangka-red).

Baca Juga:  Wartawan Senior di Medan Agus Salim Ujung : Pers Jangan Sebar Fitnah

Bukannya minta maaf, malahan Berando (korban-red) berlalu begitu saja meninggalkan tersangka yang telah basah kuyub terkena cipratan genangan air. Tanpa menghiraukan teguran Syarif, malahan korban dengan sengaja menggeber-geber gas motornya dengan kencang. Merasa disepelekan Syharifpun naik darah, dengan langkah yang agak emosi dia dan rekannya Torino Tarigan mendorong sepeda motornya yang rusak ke rumahnya.

Sesampainya di rumah, Torino (saksi-red) meninggalkan tersangka di depan rumah Syarif. Didalam rumah, dia mengganti baju yang telah basah akibat terkena cipratan genangan air. Kemudian mengambil sebilah pisau yang terletak dibawah televisi dan ditaruh dipinggangnya.

Melihat gelagat suami yang tak seperti biasanya, Thio Dorra beru Ginting selaku isteri berusaha bertanya dan menghalang-halangi dengan cara memeluk Syarif Tarigan.

Mau kemana? dan hanya dijawab suaminya, mau kubunuh Berando Barus sembari berusaha melepaskan pelukan isterinya. Setelah terlepas, Syarif langsung keluar menuju rumah korban yang tak jauh dari rumahnya.

Setibanya di rumah, didapatinya korban sedang memperbaiki sepeda motor miliknya dihalaman depan rumah/warungnya. Disitu bukan hanya korban sendiri, ada seorang warga bernama Tampil Tarigan yang menjadi saksi saat kejadian.

Baca Juga:  Mengenal Sosok Bobby Nasution, Anak Medan Calon Menantu Jokowi

“ Uga bandu carana e mama nguda, bebere ndu pe bage bandu” (gimana kamu buat caranya ini paman, keponakanmu kamu buat begini),” tanya Syarif saat memperagakan salah satu adegan dalam rekonstruksi.

Mendengar pertanyaan keponakannya itu, bukannya meminta maaf, malahan korban menantang. Sambil berdiri Ia berkata “ Nca uga kin atem ariko, erkai ka atem, kitik ka nge engko ( jadi mau mu apa, apa maksudmu, kecilnya badanmu itu).

Kemudian Syarif Tarigan menjawab, “ Labo kai pe ma, perbahan aku litab saja nge maka kam kusungkun, idah ndu e mbaba rawit nge aku e, seh ken si la idah kari “ (bukan apa apa, aku hanya bertanya aja kenapa sampe begitu tadi, gaknya kam lihat aku bawa pisau, kesetanan nanti aku ) sambil memperlihatkan pisau yang ada dipinggangnya.

Melihat itu, Berando Barus menjawab “ Jumpa Barusjahe kita iko, gelah sijumpai lebe sekdes “ (jumpa Barusjahe kita ayo, kerumah sekdes kita) sambil berlalu masuk ke dalam rumahnya. Karena berpikir korban mau mengambil sesuatu didalam rumah, Syarif langsung mencabut pisau yang diselipkan dipinggangnya dan menikam tubuh korban berulang kali.

Baca Juga:  Adat Tapanuli Selatan Jadi Bagian Prosesi Pernikahan Putri Jokowi di Solo

Korban sempat menangkis memakai tangan kirinya, karena bertubi-tubi ditikam korban jatuh terkapar bersimbah darah dan tewas seketika di lokasi kejadian.

Usai melakukan penikaman, Syarif Tarigan meninggalkan TKP dan menemui isterinya di rumah. Ia meminta uang sebesar Rp170 ribu kemudian menuju ke arah sungai Lau Gedung. Disitu Ia mencuci pisau dan tangannya yang masih berlumuran darah.

Pantauan wartawan di lokasi rekonstruksi, peran pelaku langsung diperagakan tersangka Syarif Hidayat Tarigan, peran pengganti korban Berando Barus diperankan Yusnardi Kembaren, saksi Tampil Tarigan diperankan Ronal Sembiring, isteri tersangka diperankan Heri Peranginangin, Torino Tarigan diperankan Tengteng Ginting, Sarwedi diperankan Kristo Barus dan pengacara tersangka Rivalino Bukit SH. Peragaan rekonstruksi terlihat berjalan dengan tertib dan aman. [Anita]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up