Ekowisata Kampung Mangrove di Desa Bagan Serdang

48
PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I menggandeng Lembaga Pegabdian Masyarakat (LPM) Universitas Negeri Medan untuk melestarikan lingkungan dengan konsep Eduwisata dan Ekowisata di pesisir pantai timur Sumatera.

EDISIMEDAN.com, PANTAI LABU-  PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I menggandeng Lembaga Pegabdian Masyarakat (LPM) Universitas Negeri Medan untuk melestarikan lingkungan dengan konsep Eduwisata dan Ekowisata di pesisir pantai timur Sumatera.

Untuk kesekian kalinya Pertamina MOR I dan LPM Unimed me-launching program Ekowisata Kampung Mangrove Bagan Serdang, di Pesisir Pantai timur selat malaka, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Kegiatan yang dilaksanakan pada (27/3) mengambil lokasi di pintu gerbang lokasi ekowista kampung mangrove Bagan Serdang.

Ketua panitia Andri Zainal mengungkapkan, LPM Unimed dan Pertamina dalam hal ini mempunyai tujuan untuk berupaya memberikan pelestarian alam dan ekowisata dengan pelestarian mangrove.

Ke depannya program pemberdayaan masyarakat juga akan dilaksanakan dengan olahan mangrove, yang diharapkan  keuntungan ekonomis bagi masyarakat Bagan Serdang.

“Pada tahap pertama ini kita lebih mengedepankan fungsi sosio humaniora dan pemetaan kawasan ekowisata mangrove bagan Serdang, Sumber daya manusianya yang kita bangun terlebih dahulu untuk merubah mindset masyarakat pesisir yang dianggap kumuh dan terbelakang, setelah itu baru diikuti fisik penunjang,” cetus
Doktor muda Unimed tersebut.

Di tempat terpisah Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR I RudI Ariffianto menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina yang bekerja sama dengan Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) Universitas Negeri Medan (Unimed) yang merupakan peran mereka untuk memberikan penataan dan perawatan ekowisata kampung mangrove di sekitar pesisir pantai Kecamatan Pantai Labu ini.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan pengukuhan terhadap kelompok penggiat lingkungan Desa Bagan Serdang yang tergabung dalam kelompok Sadar Lingkungan (Darling) dan Sadar Wisata (Darwis) beranggotakan 53 orang.

“Semoga melalui program Corporate Social Responsibility atau CSR, Pertamina bisa memberikan peran positif kepada masyarakat,” tambahnya.

Ketua Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) Universitas Negeri Medan (Unimed), Dr. Kustoro Budiarto, M.E mengungkapkan, hutan mangrove bermanfaat besar bagi penduduk Indonesia, yakni berfungsi untuk melestarikan dan menjaga serta meningkatkan populasi ekosistem pesisir laut, mencegah abrasi dan tsunami
laut serta mencegah peresapan air laut ke daratan.

“Oleh karena itu, upaya-upaya pelestarian hutan mangrove perlu terus digalakkan karena Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak pantai dan ekowisata yang dikembangkan ini adalah ekowisata dan eduwisata yang berkaitan dengan Mangrove jadi semua segmen kita sentuh dengan tracking manggrove untuk berbagai jenis mangrove, wisata kuliner mangrove dan wisata pantai,” ucapnya.

“Maka Kami sebagai Lembaga mempuyai peran untuk mengembangkan potensi tersebut, namun hal ini tanpa adanya dari Program Pertamina tidak akan terlaksana. Untuk itu kami (LPM Unimed) berterima kasih banyak,” tambah Doktor bidang
ekonomi tersebut.

Kegiatan semakin menarik dengan tampilnya seni beladiri tradisional dari kelompok pencak silat kebatinan dan kelompok Beladiri anak usia belia. Selanjutnya kegiatan dirangkai oleh Pelantikan Kelompok Sadar Wisata dan Sadar Lingkungan yang dilakukan pelantikan oleh camat Pantai Labu H. Ayub. [irfandi]

Apa Tanggapan Anda?