Empat Rumah Belajar Bentuk Jaringan Literasi Sumatera Utara

384
Dalam rangka memperingati hari literasi internasional yang dirayakan setiap tanggal 8 September, Alusi Tao Toba mengajak pengelola rumah belajar dan taman bacaan di Sumatera Utara untuk berjejaring dan bekerja sama meningkatkan minat baca di Sumatera Utara.

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Dalam rangka memperingati hari literasi internasional yang dirayakan setiap tanggal 8 September, Alusi Tao Toba menggajak pengelola rumah belajar dan taman bacaan di Sumatera Utara untuk berjejaring dan bekerja sama meningkatkan minat baca di Sumatera Utara.

Pertemuan diadakan di Sopo Belajar Lontung, Samosir, salah satu rumah belajar yang dikelola oleh Alusi Tao Toba (10/9). Dalam pertemuan tersebut, 4 rumah belajar yang hadir (Alusi Tao Toba, Rumah Pintar Dongan Asahan, Taman Bacaan Ramoti Humbang Hasundutan, dan Rumah Pintar Mual Hapistaran Raut Bosi Pangaribuan Taput, bersepakat membentuk Jaringan Literasi Sumatera Utara.

Jaringan ini akan menjadi wadah bagi para penggiat literasi untuk berbagi pengalaman seputar literasi, bahu-membahu, dan saling menguatkan satu sama lain baik individu maupun kelompok dalam menggerakan literasi. Akan ada pertemuan-pertemuan selanjutnya dalam bentuk diskusi dan pelatihan-pelatihan peningkatan kapasitas para penggiat literasi.

“Kita semua kan berbeda-beda pengalamannya. Ada yang sudah banyak pengalamannya, ada juga yang masih baru. Tetapi cita-cita sama, untuk meningkatkan minat baca,” kata Roger Purba, Pengelola Taman Bacaan Ramoti Humbang Hasundutan.

“Seperti hari ini, Pak Siddik dari Rumah Pintar Dongan yang juga ternyata fasilitator daerah USAID Prioritas Sumut, mengajar anak-anak dengan menggunakan Buku Bacaan Berjenjang dan Buku Besar. Anak-anak sangat tertarik dan baik bagi peningkatan kemampuan membaca anak. Tidak semua punya metoda pengajaran yang sama. Pertemuan seperti ini memungkinkan kami sharing pengalaman,” tambah Eka Dalanta, salah satu relawan Alusi Tao Toba.

BACA JUGA
Tebingtinggi Segera Deklarasikan Gerakan Literasi

“Jaringan ini terbuka untuk semua penggiat literasi, asalkan berjiwa nasionalis. Mari bergabung di facebook grup Jaringan Literasi Sumatera Utara,” jelas Roger Purba, Koordinator Jaringan Literasi Sumatera Utara yang dipilih saat pertemuan tersebut.

Koran Dinding Anak Tao
Bersamaan dengan pertemuan ini, Alusi Tao Toba juga mengadakan Pelatihan Jurnalistik Untuk Anak (Petikan) di Sopo Belajar Lontung, Samosir (11-12/9). Pelatihan menulis berita dan cerita ini ditunjukan untuk anak-anak usia remaja di sopo belajar pertama Alusi Tao Toba ini.

Pelatihan diikuti tujuh orang anak dan difasilitasi oleh salah satu relawan Alusi Tao Toba bidang komunikasi. Setelah mendapatkan pelatihan dengan pola belajar active learning, anak-anak aktif berdiskusi dan mencari jawaban sendiri baik perseorangan maupun dalam kelompok, out put dari pelatihan ini adalah terbitnya Koran Dinding dua mingguan bernama Anak Tao yang akan dikelola oleh ketujuh anak peserta pelatihan.

Koran dinding Anak Tao akan ditempel di Lapo Tuak dan sekolah di desa mereka, Desa Lontung sebagai media pembelajaran bagi masyarakat. Pada Senin (19/9/2016) Koran Dinding Anak Tao Edisi Perdana sudah berhasil diterbitkan. [eka]

Apa Tanggapan Anda?