Home / PROFIL / Fajri Mulya Iresha, Penggagas Zero Waste Indonesia

Fajri Mulya Iresha, Penggagas Zero Waste Indonesia


Sampah mempunyai nilai ekonomis kalau bisa dikelola dengan baik. Inilah pemikiran awal Fajri Mulya Iresha dalam melatarbelakangi dibentuknya kegiatan Zero Waste Indonesia.

Dimulai dengan mengedukasi masyarakat dalam mengumpulkan sampah organik dan non organik kemudian membina bank sampah di sekitaran wilayah Depok, serta kepedulian Fajri terhadap  pemulung dan kaum marjinal untuk turut serta dalam perberdayaan ini.

Kini, Zero Waste Indonesia berhasil menanamkan kepedulian dan kesadaran warga untuk mengolah dan memilih sampah di rumah tangga.

Omzet yang didapat dari usaha CV Zero Waste Indonesia mencapai Rp 200 juta  perbulan dengan kapasitas produksi 1 ton setiap hari. Hasil tersebut dapat menambah peghasilan masyarakat dari kegiatan menabung sampah non organik, serta sebagian hasil tabungan bank sampah mereka di gunakan untuk membangun infrastuktur Lingkungan sekitar.

Keberadaan Zero Waste Indonesia pun berhasil membina sekitar 25 bank sampah  yang masing  masing bank sampah  melibatkan sekiitar 30 kepala keluarga, total masyarakat yang turut bergabung sekitar 500 sampai 750 warga.

Zero Waste Indonesia memberdayakan 7 orang sebagi pekerja, dengan latar belakang mereka ada yang pemulung, pemuda pengangguran, bahkan ada karyawan yang memiliki penyakit kulit yang di asingkan oleh masyarakat, serta ada mantan pemakai narkoba yang coba di berdayakan dengan diberikan mereka tempat tinggal, makan, serta di berikan upah yang layak.

Atas jasanya tersebut, Fajri Mulya Iresha  terpilih dalam 5 peraih Danamon Social Entrepreneur Awards (DSEA) 2015, yaitu para individu yang membangun wirausaha berkelanjutan untuk mengatasi masalah sosial di lingkungannya. [Baca Juga: Ini Dia Lima Peraih Danamon Social Entrepreneur Awards 2015] [ded]

Baca Juga:  Pasar Rakyat Aset Bangsa dan Tanggungjawab Bersama
Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up