Faris, Penderita Hydrochepalus Mendapat Perhatian Dan Terima Tali Asih

23

EDISIMEDAN.COM,MEDAN: Jika boleh memilih, pastinya tak seorang manusia pun yang ingin terlahir dalam kekurangan, apalagi dalam kondisi tak sempurna yang pada akhirnya malah mengancam jiwa.

Tentunya itu pula yang dirasakan pasangan suami istri Siswanto (52) dan Anisa (47) penduduk Jl. Suripno Desa Purwodadi Dusun 11 Ladang Baru, Gg. Pinang, Kec. Sunggal, Deliserdang.

Mereka harus menerima kenyataan, putra mereka Ahmad Farid harus menderita pembengkakan di kepala yang lazim dikenal Hydrochepalus.

Dari hari ke hari, kepala bocah tersebut semakin membesar hingga kini ia menginjak usia 6 tahun. Alhasil, di saat anak-anak seusianya bersekolah dan bermain, Faris hanya bisa terbujur di atas peraduan.

Apalagi dampak dari penyakit yang dideritanya itu, turut mengakibatkan syaraf sensoriknya mati hingga memicu kebutaan dan mati rasa. Untuk berinteraksi dengan kedua orangtua dan yang datang menjenguknya, hanya bisa dirasakan lewat telinganya yang masih mampu mendengar.

Ketika ditemui dirumah kontrakannya yang jauh dari kata layak, sang ibu Anisa mengatakan kondisi demikian mulai dirasakan putra bungsu dari 9 bersaudata itu sejak ia dilahirkan ke dunia pada 11 Maret 2013 lalu, melalui proses operasi.

Kala itu dokter sudah menyatakan bahwa Faris memiliki kelainan pada kepalanya. Itu terlihat karena bentuk kepalanya berbeda dengan anak yang baru lahir pada umumnya. Dan langsung keluarga disarankan dokter untuk membawa faris ke Rumah Sakit Adam Malik.

“Namun, karena dalam 4 hari dirawat di RS Adam Malik tidak ada penanganan, dan berhubung saya dan suami saya juga mau kerja jadi kami bawa pulang ke rumah,” kata Nisa saat menerima kunjungan mantan Direktur LBH Kesehatan Iskandar Sitorus, Jumat (28/12/2018)

Nisa mengakui saat mengetahui anaknya mengalami kelainan, Nisa sangat terkejut dan perasaannya bercampur baur. Nisa sangat sedih, dan sempat putus asa. Namun, ia menyadari bahwa ini ujian dari Tuhan, Nisa meminta kepada Tuhan untuk memberikannya kekuatan dan limpahan rezeki untuk bisa merawat Faris.

“Awal hamilnya tidak ada merasakan apa-apa, namun ada polah saya yang berbeda yaitu setiap memasuki senja (Maghrib) saya setiap hari menyapu dan sisiran di luar rumah dan kemudian saya juga tidur di luar rumah” jelasnya sembari menunjuk beranda yang letaknya di luar rumah.

Sambil menengang kisah hidup Faris, Nisa juga menuturkan ia sempat mengalami insiden saat hamil dulu.

“Awalnya saya tidak tau kalau sedang hamil. Pas saya jaga orangtua saya yang sedang sakit dirawat di rumahsakit, bagian perut saya sempat terbentur. Nah itu begitu saya cek baru ketahuan hamilnya” kisahnya.

Kini, Nisa dan Siswanto yang menempati rumah kontrakan papan itu, saat ini terus berusaha memberikan perawatan terbaik buat Faris. Kendatipun keduanya tidak memiliki pekerjaan yang layak.

“Saya saat ini bekerja sebagai pembantu rumah tangga di perumahan, dan suami saya tidak bekerja lagi karena sudah sakit-sakitan juga, jadi lebih sering di rumah bersama Faris,” katanya lagi dengan raut wajah menahan tangis.

Sebenarnya, Faris sempat dua kali hendak dioperasi, namun jalan terbaik ia memutuskan untuk merawatnya di rumah saja. Karena ia tidak siap melihat kondisi Faris harus menjalani operasi.

Terkait kondisi Faris, sebagai orang yang sudah 23 tahun bergelut dalam dunia media, Iskandar menjelaskan bahwa salahsatu penyeban utama kondisi yang dialami Faris adalah benturan.

“Memang semuanya karena Allah. Tapi kita sebagai manusia diwajibkan selalu ikhtiar dan berhati-hati. Apalagi bagi ibu hamil. Sudah banyak kasus Hydrochepalus begini yang sudah saya tangani, bahkan ada yang kepalanya sebesar tampah. Riwayatnya umumnya kerena ada benturan di perut saat hamil” terang Iskandar.

Kata pria 48 tahun yang kini maju sebagai Caleg Partai Gerindra dari Dapil Sumut 1 Nomor 4 tersebut, hal ini hendaknya bisa jadi pelajaran bagi perempuan hamil agar selalu menjaga janin didalam perut agar kasus ini tidak terus berulang.

“Kami juga berharap ada perhatian dari pemerintah untuk menangani penyakit yang diderita Fariz. Jangan tutup mata” pungkasnya.

Sementara, kunjungan Iskandar kekediaman Faris itu ditutup dengan pemberian tali asih.(Mahbubah Lubis)

 

 

Apa Tanggapan Anda?