Fraksi Demokrat Ancam Walk Out Jika Honor Guru Ngaji Disunat

24

EDISIMEDAN.com, BINJAI- Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Binjai Njoreken Pelawi mengancam akan melakukan Walk Out dalam pengesahan R- APBD Binjai tahun 2019 apabila usulan honor guru ngaji tradisional dan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) yang seharusnya Rp 1,5 juta justru malah mau disunat menjadi Rp 1,250 juta per-tahun untuk satu guru honor.

“Langkah Wall Out itu sudah bulat dan akan kita lakukan jika apa yang diusulkan Fraksi Demokrat DPRD Binjai tidak dipenuhi Pemko Binjai untuk R-APBD Binjai 2019 nanti,” kata Njoreken Pelawi kepada wartawan, Jumat (23/11/2018) sore di gedung DPRD Binjai, Jalan T Amir Hamzah, Kecamatan Binjai Utara.

Menurut Njoreken Pelawi, pihak Demokrat ingin memastikan apakah anggaran honor untuk guru Madrasah Diniyah Awwaliyah (MDA) dan guru ngaji tradisional se-Kota Binjai dapat terealisasi 100 persen dari yang diusulkan senilai Rp 1,5 Juta.

”Kita sudah anggarkan Rp 1,5 juta per orang pertahun, begitu juga untuk guru ngaji, agar gaji guru pengajian di Kota Binjai dapat disetujui Pemko, supaya ada motivasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara, terutama di bidang ahlak,” terang Njoreken.

“Ini sebagai bentuk tanggung jawab, membela kepentingan masyarakat dan merupakan bagian hidup dan moto partai kami, “Demokrat Bela Rakyat,” pungkas Njoreken Pelawi.

Hal senada juga disampaikan Ketua Partai Demokrat Binjai H M Sajali SE kepada wartawan via telepon selular. “Kita akan perjuangkan usulan penambahan anggaran tersebut agar disetujui,” tegas Sajali.

Sementara itu sumber menyebutkan, masalah honor bagi guru ngaji dan guru MDA ini sedang dibahas dan sedang terjadi tarik-menarik. “Jika usulan nilai Rp 1,5 juta dipenuhi, maka akan ada pengurangan jumlah yang menerima,” ujar sumber. [op]

Apa Tanggapan Anda?