Fraksi PDI – P : Walikota Binjai Jajarannya Agar Maksimalkan Visi Dan Misi

65
PDIP Binjai Minta Walikota Maksimalkan Visi dan Misi

EDISIMEDAN.COM,Binjai – Fraksi PDI-P DPRD Binjai terdiri dari Penasehat Syarief Sitepu, Ketua Fraksi Gim Ginting, Sekretaris Ryan Wijaya,SE,Bendahara Atan Sitepu pada pendapat  akhir  terhadap Rancangan APBD Binjai TA 2020,mengingatkan Walikota Binjai dan jajarannya untuk memaksimalkan Visi dan Misi sesuai dengan janji kampanye pada pilkada.

Hal tersebut diatas di bacakan oleh Sekretaris Fraksi PDI-P DPRD Binjai Ryan Wijya,SE pada pendapat akhir  Fraksi PDI-P DPRD Binjai terhadap persetujuan R-APBD Binjai TA 2020, yang dilaksanakan di Ovany Gedung Sementara DPRD Binjai, Sabtu,(29/11)

“Tahun 2020 merupakan APBD terakhir masa jabatan Walikota Binjai priode 2015-2020. Dalam kesempatan ini kami fraksi PDI-P mengingatkan kepada walikota dan jajarannya ,agar memaksimalkan capaian visi dan misi sesuai janji kampanye kepada masyarakat Binjai ,”kata Ryan Wijaya,SE

“Kami melihat yaitu masalah pengentasan kemiskinan . Data BPS menunjukan tahun 2015 penduduk miskin Binjai mencapai 7,03 persen,dengan tingkat penganguran terbuka 8,43 persen ,”kata Ryan Wijaya,SE.

Dikatakan Ryan Wijaya,SE, tahun 2019 bulan Februari BPS mencatat angka penganguran terbuka 5,01 persen.Tahun 2018 mencapai 5,13 persen. Laju penurunan penganguran terbuka dari tahun 2018 ke tahun 2019 tidak menunjukan perubahan yang signifikan dibanding tahun sebelumnya.Kami PDI-P Binjai meminta walikota membuat  kebijakan revolusioner supaya angka penganguran terbuka dapat turun secara signifikan.

Selain itu Fraksi PDI-P  juga menilai pembahasan APBD Binjai selama ini kurang maksimal karena Pemko menyampaikan rancangan KUA-PPAS tidak sesuai dengan aturan yang ada (red: sering terlambat)

“Kualitas pembangunan fisik insfrastruktur jalan khususnya di daerah pinggiran kota,mutunya sangat jauh dari yang diharapkan.Hal ini disebabkan oleh lemahnya dari pengawasan terhadap proses pengerjaan proyek tersebut  ,”terang Ryan Wijaya,SE

“Saran kami agar pemko Binjai membuat kebijakan yang mempermudah system pengawasan,dengan pengangaran pembuatan/pembangunan parit (drainase) system pabrikan. Dengan tujuan mempersempit   ruang gerak “oknum” pekerja untuk memanipulasi jumlah dan kualitas material yang digunakan,”  sebut Ryan

Proyek-proyek yang siap dikerjakan rusak belum pada waktunya atau tidak lama. Drainase yang alami pendangkalan dan tersumbat akibatkan banjir hampir diseluruh kecamatan.

Terakhir FPDI-P DPRD Binjai menyoroti masalah sampah yang berserakan di lapangan Merdeka Binjai. Begitu juga  aspal dilapangan Merdeka Binjai yang seharusnya mulus dan rata.Karena banyak orang luar daerah berkunjung ke situ ,”pungkas Ryan Wijaya,SE.

Selain itu Fraksi PDIP Binjai juga menyoroti masalah Jalan Makalona Binjai Timur. (OP)

Apa Tanggapan Anda?