Home / NEWS / Gawat, Ribuan Pil KB dan Obat Antibiotik Palsu Ditemukan di Sumut

Gawat, Ribuan Pil KB dan Obat Antibiotik Palsu Ditemukan di Sumut


Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan mengungkap kasus peredaran obat-obat palsu di Sumatera Utara. Parahnya, obat yang dipalsukan diantarnya adalah pil KB dan sejumlah jenis obat antibiotik. [edisimedan.com/ska]

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan mengungkap kasus peredaran obat-obat palsu di Sumatera Utara. Parahnya, obat yang dipalsukan diantarnya adalah pil KB dan sejumlah jenis obat antibiotik.

Dalam pengungkapan ini, petugas BBPOM dibantu Polda Sumut mengamankan 4 orang tersangka sebagai pemasok obat-obat palsu itu ke sejumlah apotik.

Berdasarkan informasi dihimpun, obat yang diamankan terdiri dari 5.093 butir kapsul antibiotik Chlorampenicol, 2.100 butir pil KB Microgynon, 90 butir obat alergi Nizoral, dan 200 tablet antidiare Imodium.

Kepala BBPOM Medan Yulius Sacramento Tarigan mengatakan terungkapnya peredaran obat palsu ini berawal dari temuan BBPOM di Kabupaten Deli Serdang dan Batu Bara sekitar 6 bulan lalu. BPPOM kemudian melakukan pengembangan berkoordinasi dengan Polda Sumut.

“Kita awalnya menemukan peredaran obat palsu, lalu melakukan tangkap tangan pada seorang pengedar saat jual ke apotik,” kata, Yulius Sacramento Tarigan, Rabu (14/3/2018).

Baca Juga:  Ijeck : Jadi Tuan Rumah PON, Momentum Bagi Sumut Bangkitkan Prestasi Atlet

Lantas lanjut Yulius Sacramento, pada Selasa (13/3) kemarin, tim gabungan BBPOM dan Polda Sumut melakukan tangkap tangan terhadap tersangka JMS yang sedang menjual obat palsu ke Apotek SH di Hamparan Perak, Deli Serdang.

“Dari jok sepeda motornya disita 1.000 kapsul Chloramphenicol, 90 tablet Nizoral dan 200 butir Imodium palsu,” sebut Yulius.

Tak berhenti di sana, petugas kemudian melakukan pengembangan. Tiga tersangka lain, yakni JS, NB dan RS, diamankan dari lokasi terpisah.

“Mereka diketahui memasok ribuan butir obat palsu ke Apotek IF dan Apotek SH di Deli Serdang, serta Apotek DR di Simalungun. Dari ketiga apotek itu disita ribuan butir obat palsu yang dipasok tersangka, termasuk 2.100 tablet pil KB Microgynon,” sebutnya lagi.

Atas temuan ini ucap Sacramento, masyarakat diingatkan untuk lebih berhati-hati dalam membeli obat. Pasalnya obat palsu ini sangat berbahaya jika dikonsumsi.

Baca Juga:  Kapoldasu Janji Usut Dugaan Pungli Oknum Polisi kepada Pelaku UKM di Medan

“Contohnya pil antihamil atau pil KB ini. Kalau masyarakat yang konsumsi tidak tahu gagallah program nasional. Begitu juga dengan obat palsu lainnya. Kita akan tindak pengedar obat palsu ini,” tegasnya.

Untuk para tersangka dalam kasus ini dijerat dengan Pasal 196 jo Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) dan Pasal 197 jo Pasal 106 ayat (1) UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. “Mereka terancam pidana penjara paling lana 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar,” pungkasnya. [ska]

Terkait


Berita Terbaru