Home / / Gegara Mesin Judi Jackpot, Brigadir Abdul Kritis Dipukuli

Gegara Mesin Judi Jackpot, Brigadir Abdul Kritis Dipukuli


EDISIMEDAN.com, BELAWAN - Penganiayaan terhadap oknum polisi kembali terjadi, kali ini, Brigadir Abdul Geofron Ahmad menjadi korban. Oknum polisi bertugas di Ditpamovit Polda Sumut ini dikeroyok ketika pergi dinas di Jalan Veteran, Pasar 9, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli.Akibat penganiayaan itu, oknum polisi yang menetap di Jalan AMD, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, mengalami luka di bagian kepala terpaksa menjalani perawatan serius di RS Bhayangkara Medan.Penganiayaan dialami Brigadir Abdul dipicu masalah mesin judi jackpot, oknum polisi yang bertugas di Polda Sumut ini mendatangi salah satu tempat mesin jackpot di Pasar 4, Marelan, Minggu (11/6/2017) lalu.Kedatangan Brigadir Abdul membuat operator mesin jackpot Alex melarikan diri. Lantas, Brigadir Abdul malah membawa sepeda motor Alex dan mesin jackpot itu ke rumahnya.Pasca kejadian itu, Taufik diduga pemilik mesih jackpot merasa tidak senang mengajak oknum TNI berinsial S untuk menyetop Brigadir Abdul saat pergi dinas di Jalan Veteran, Pasar 9, Desa Maunggal, Kecamatan Labuhan Deli.Bintara berpangkat Brigadir itu dibawa ke Gang Sepakat. Ketika sampai di lorong itu, dua teman dari Taufik yakni Alex dan seorang pria cepak datang.Brigadir Abdul merasa terancam memilih kabur, pemilik mesin jackpot bersama temannya Alex mengejar oknum polisi itu langsung memukulinya hingga mengalami luka serius dibagian kepala.Akibat penganiayaan yang dilakukan dua warga sipil itu, Brigadir Abdul mengalami pendarahan dilarikan warga ke RS Bhayangkara. Kasus pengeroyokan itu telah ditangani pihak kepolisian.Kadispen Lantamal I, Mayor Laut (KH) Sahala Sinaga dikonfirmasi adanya keterlibatan oknum TNI membantah adanya keterlibatan personel TNI menganiaya oknum polisi tersebut."Saya sudah melihat korban ke rumah sakit, dari hasil keterangan korban, tidak ada anggota kita melakukan pemukulan. Memang ada anggota kita di lokasi, tapi mereka tidak melakukan pemukulan. Untuk pelakunya warga sipil sudah ditangani polisi," kata Sahala. [fad]

EDISIMEDAN.com, BELAWAN – Penganiayaan terhadap oknum polisi kembali terjadi, kali ini, Brigadir Abdul Geofron Ahmad menjadi korban. Oknum polisi bertugas di Ditpamovit Polda Sumut ini dikeroyok ketika pergi dinas di Jalan Veteran, Pasar 9, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli.

Akibat penganiayaan itu, oknum polisi yang menetap di Jalan AMD, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, mengalami luka di bagian kepala terpaksa menjalani perawatan serius di RS Bhayangkara Medan.

Penganiayaan dialami Brigadir Abdul dipicu masalah mesin judi jackpot, oknum polisi yang bertugas di Polda Sumut ini mendatangi salah satu tempat mesin jackpot di Pasar 4, Marelan, Minggu (11/6/2017) lalu.

Kedatangan Brigadir Abdul membuat operator mesin jackpot Alex melarikan diri. Lantas, Brigadir Abdul malah membawa sepeda motor Alex dan mesin jackpot itu ke rumahnya.

Baca Juga:  Puluhan Batang Pohon Bonsai dan Bibit Tanaman Selundupan Dicincang di Gedung Keuangan

Pasca kejadian itu, Taufik diduga pemilik mesih jackpot merasa tidak senang mengajak oknum TNI berinsial S untuk menyetop Brigadir Abdul saat pergi dinas di Jalan Veteran, Pasar 9, Desa Maunggal, Kecamatan Labuhan Deli.

Bintara berpangkat Brigadir itu dibawa ke Gang Sepakat. Ketika sampai di lorong itu, dua teman dari Taufik yakni Alex dan seorang pria cepak datang.

Brigadir Abdul merasa terancam memilih kabur, pemilik mesin jackpot bersama temannya Alex mengejar oknum polisi itu langsung memukulinya hingga mengalami luka serius dibagian kepala.

Akibat penganiayaan yang dilakukan dua warga sipil itu, Brigadir Abdul mengalami pendarahan dilarikan warga ke RS Bhayangkara. Kasus pengeroyokan itu telah ditangani pihak kepolisian.

Kadispen Lantamal I, Mayor Laut (KH) Sahala Sinaga dikonfirmasi adanya keterlibatan oknum TNI membantah adanya keterlibatan personel TNI menganiaya oknum polisi tersebut.

Baca Juga:  Sita 11 Kg Sabu, Polisi Tembak Mati 2 Bandar Narkoba

“Saya sudah melihat korban ke rumah sakit, dari hasil keterangan korban, tidak ada anggota kita melakukan pemukulan. Memang ada anggota kita di lokasi, tapi mereka tidak melakukan pemukulan. Untuk pelakunya warga sipil sudah ditangani polisi,” kata Sahala. [fad]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up