Gelapkan Puluhan Mobil, Nova Zein Diganjar 40 Bulan Kurungan

32
Ketua Yayasan Wanita Sumatera (Woman Sumatera Foundation) Ade Nova Fauzia alias Nova Zein menjalani sidang perdana di ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (7/5) sore. Dia didakwa dalam kasus penipuan dan penggelapan puluhan mobil mewah.
EDISIMEDAN.com, MEDAN – Ade  Nova Fauziah  alias Nova Zein, sosialita Medan yang menjadi terdakwa kasus penggelapan puluhan mobil berkedok yayasan sosial diganjar dengan hukuman 40 bulan penjara atau 3 tahun 4 bulan. Putusan terhadap Nova dibacakan dalam persidangan yang digelar pada Rabu (18/7/2018) di PN Medan.
Selain Nova, majelis hakim yang diketuai Jhony Jonggi juga membacakan putusan terhadap tiga komplotan Nova Zein. Ketiganya yakni  Chairul Bariyah divonis 2 tahun 4 bulan,Usman 2 tahun,sedangkan Pulungan dihukum 1 tahun 4 bulan.
Dalam amar putusannya, majelis hakim menyebutkan sesuai fakta – fakta persidangan, berupa keterangan para saksi maupun alat bukti, Nova Zein dan jaringannya terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan sebagai diatur dalam pasal 372 dan 378 KUHPidana jo pasal 55 ayat 1 ke – 1.
“Mengadili menyatakan para terdakwa yang diadili dalam berkas terpisah ( spilit),terbukti bersalah secara dan meyakinkan melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan secara bersama – sama,menghukum Nova Zein 3 tahun 4 bulan,Chairul Bariyah 2 tahun 4 bulan,Usman 2 tahun dan Pulungan 1 tahun 4 bulan”,ujar Hakim Jhony Jonggy.
Dalam nota tuntutan Jaksa Penuntut Umum ( JPU) Emmy dari Kejatisu sebelumnya meminta hakim agar menjatuhkan hukuman kepada Nova Zein 3 tahun 8 bulan,Chairul Bariyah 3 tahun,Usman 2 tahun dan Pulungan 2 tahun.
Sebelumnya  Nova Cs didakwa melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan mobil mewah mencapai 100 an unit.
Dalam aksinya mereka menebar janji – janji kepada para pemilik mobil.akan mendapatkan sejumlah uang per bulan,sehingga para korban pun percaya dan memberikan mobilnya kepada Nova Cs.
Sedangkan untuk perikatan akta notaris dilakukan di kantor notaris Chairunnisa Medan.
Diketahui,selain masyarakat biasa,kalangan PNS,Jaksa maupun Polisi turut menjadi korban karena tergiur dengan janji manis Nova.
Namun ada juga oknum Polisi ( Andika.)yang masih bersidang di PN Medan yang terlibat dalam aksi Nova yang sempat menghebohkan Kota Medan.
Sementara itu usai pembacaan vonis  korban  Shinta dan Iskandar yang selalu aktif mengikuti sidang penggelapan itu mengaku sudah bisa menerima.
“Kami sudah agak tenang,hukumannya kan sudah termasuk maksimal,apalagi si Nova dapat menerima,ya udah lah,sekarang kami tinggal nunggu kasus si Andika,Dedy dan Jefri yang sebentar lagi mau sidang”,ungkap korban. [ska]

Apa Tanggapan Anda?