Home / MEDAN TODAY / Gepeng dan Anak Jalanan 70 Persen Bukan Warga Medan

Gepeng dan Anak Jalanan 70 Persen Bukan Warga Medan


EDISIMEDAN.com, MEDAN– Gelandangan dan pengemis (gepeng) dan juga anak jalanan yang marak di kota Medan 70 persen bukan warga Medan melainkan warga yang bermukim di daerah yang mengelilingi kota Medan. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Sosial Kota Medan, Endar Sutan Lubis pada Kamis (14/1/2021).

Para gepeng dan anak jalanan itu merupakan warga Deliserdang, Serdang Bedagai, dan Langkat.

Ditahun 2020, Endar mengaku sudah melakukan sejumlah penertiban yang bekerja sama dengan instansi terkait, namun belum bisa efektif karena terdapat sejumlah kendala yang mengakibatkan para gepeng dan anak jalanan belum bisa bersih di Kota Medan.

“Salah satu kendala kita adalah tidak adanya rumah perlindungan sosial, ini padahal sangat penting sebagai sarana kita membina para gepeng dan anak jalanan yang telah ditertibkan itu,” katanya.

Baca Juga:  Gubernur Edy Rahmayadi Ajak OPD Pemko Medan Bersinergi Benahi Medan

Sejauh ini, usai ditertibkan dan dibina seadanya, mereka dikembalikan ke orang tua masing-masing. Sehingga tidak ada efek jera. Ini ditegaskannya membuat pihaknya dilema. Ditambahkannya kendala tidak memiliki penyidik PNS membuat pembinaan kurang efektif.

Namun kendati demikian pihaknya terus berusaha maksimal menangani persoalan sosial ini, bahkan di tahun 2020 ia sudah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Medan untuk segera merealisasikan pembangunan rumah perlindungan sosial yang sudah direncanakan sejak lama.

“Alhamdulillah tahun ini sudah dimulai tahap awal karena dari seluruh bangunan rumah perlindungan sosial yang membutuhkan dana Rp 40 Milyar sudah ditampung di APBD 4,5 Milyar. Dengan adanya rumah perlindungan sosial ini maka pembinaan akan efektif,” katanya.

Kalau sudah ada rumah perlindungan sosial ini, nantinya anak jalanan dan pengemis yang dibina itu akan dibina sesuai dengan talentanya, sehingga nantinya mereka akan memiliki bekal jika akan ingin melanjutkan terjun ke dunia kerja.

Baca Juga:  Terima Kritikan Warga, Eldin Hanya Minta Waktu Benahi Kota Medan

Agar tidak kembali turun ke jalan, mereka harus mendapatkan lowongan pekerjaan, ini juga menjadi persoalan karena jika tidak ada lowongan pekerjaan yang menampung mereka maka dipastikannya mereka meski sudah dibina akan turun juga ke profesi awal yakni mengemis di jalanan.

“Untuk itu, urusan sosial ini tidak bisa diselesaikan sendiri melainkan harus ada kerjasama dengan instansi terkait maupun non pemerintah seperti pihak swasta,” paparnya.

Ia juga mengharapkan, masyarakat tidak memberi di jalanan melainkan langsung ke tempat-tempat resmi jika ingin bersedekah. Sebab ini juga merupakan salah satu penyebab makin maraknya gepeng dan anak jalanan di Kota Medan.(bd)

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up