Glaukoma Dapat Menimbulkan Kebutaan

131
Ketua Perdami Sumut, dr Delfi S.pM (K) didampingi Dr Aryani A Amra,S.pM (K) dan Dr dr Aldy S Rambe Sp.S (K), Masitha Dwi saat membuka acara WGW di Medan Sabtu (24/3).

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Glaukoma, salah satu jenis penyakit mata dengan gejala tidak langsung yang secara bertahap menyebabkan gangguan lapang penglihatan ditandai terjadinya kerusakan pada saraf optik biasanya akibat adanya tekanan bola mata.

“Glaukoma adalah manifestasi neuropati optik yang dapat menimbulkan kebutaan yang sifatnya irreversible atau tidak dapat kembali,” kata Dr dr Masitha Dewi Sari,SpM (K) saat menjadi berbicara pada World Glaucoma Week (WGW) 2018 Symposium and Workshop di Four Points Medan, Sabtu (24/3).

Kegiatan yang digelar Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia (PERDAMI) Cabang Sumut bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran USU ini juga menampilkan pembicara kunci (keynot speaker) Prof Dr Jemaima Che Hamzah MD, MS (Opthal),PhD dari University Kebangsaan Malaysia-Kuala Lumpur.

Pembicara lain pada kegiatan yang diikuti 130 peserta itu yakni Dr dr Andika Prahasta,Sp.M (K), M Kes (Universitas Pajajaran Bandung/RS Cirendo), Dr dr Virna Dwi Oktariana,Sp.M (K) (Universitas Indonesia/RSCM-Jakarta) dan Dr dr Evelyn Komaratih,Sp.M (K) (Universitas Airlangga/RS Dr Soetomo-Surabaya.

Masitha Dwi yang juga ketua panitia WGW, menyebutkan glaukoma merupakan kebutaan tertinggi nomor dua di dunia setelah katarak hanya bisa dicegah dengan obat-obatan. Glaukoma sangat berpengaruh terhadap bola mata. Tensi bola mata tinggi dapat menyebabkan kerusakan saraf mata yang sifatnya menetap.

“Jadi jika ada keluhan sakit kepala, mata berdenyut, peglihatan kabur dan melihat pelangi di lampu pijar, kehilangan lapangan pandang sebaiknya penderita segera memeriksa matanya ke dokter mata untuk dilakukan evaluasi dan pengobatan,” pinta Masitha Dwi.

Pada acara yang dibuka Ketua Perdami Cabang Sumut, dr Delfi,Sp.M (K), didampingi Ketua Departemen Ilmu Kesehatan Mata Dr Aryani A Amra,Sp.M (K) dan Dekan Fakultas Kedokteran USU Dr dr Aldy S Rambe Sp.S (K), Masitha Dwi mengapresiasi atas kerjasama yang baik antara University Malaysia dan USU. Ke depan jalinan kerjasama semacam ini lebih ditingkatkan lagi terutama pengiriman para resident opthalmology untuk magang di Malaysia sebagai wujud kerjasama yang baik sekaligus meningkatkan kualitas para dokter spesialis mata di Indonesia dalam mencegah kebutaan di Tanah Air ini.

Sebelumnya Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas USU juga telah menggelar semenar dan workshop serta penyuluhan kesehatan kepada masyarakat di Rumah Sakit Khusus Mata MBMC, RSUD Lubuk Pakam dan RSU Binjai pada 20-22 Maret.

“Kegiatan ini sebagai wujud terlaksananya pencegahan kebutaan di kalangan masyarakat karena bahayanya kebutaan akibat glaukoma,” ungkap Masitha Dwi yang mempresentasi tentang penyakit glaukoma yang dapat merusak serabut saraf retina atau jaringan saraf yang melapisi bagian belakang mata.[fur]

Apa Tanggapan Anda?