Home / NEWS / Golkar Sumut Optimis Menjadi Pemenang di Pemilu 2019

Golkar Sumut Optimis Menjadi Pemenang di Pemilu 2019


Komunitas tentang Golkar melakukan diskusi bersama dengan sejumlah aktivis, LSM, mahasiswa dan sejumlah awak media di Kedai Mantan, Selasa (10/7/2018) di Jalan Marsabut Medan. Diskusi tersebut menghadirkan Faisal Andri Mahrawa (Founder Sekolah Kebangsaan Pemuda Indonesia), Samsir Pohan (Wakil Ketua DPD Golkar Sumut) dan Ferdiansyah Putra (Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu Sumatera Utara (KIPP Sumut) sebagai pameteri. [edisiMedan.com/mahbubah lubis]

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Tahun 2018 dan 2019 merupakan tahun politik di Indonesia. Pada pesta demokrasi yang sudah berlangsung dan akan berlangsung, sangat banyak partai yang ikut serta berpartisipasi, salah satunya partai Golkar.

Untuk melihat apakah partai Golkar berpeluang sebagai kontestan pada Pemilihan Umum pada tahun mendatang, Komunitas tentang Golkar hadir di Medan melakukan diskusi bersama dengan sejumlah aktivis, LSM, mahasiswa dan sejumlah awak media di Kedai Mantan, Selasa (10/7/2018) di Jalan Danau Marsabut Medan.

Pada diskusi tersebut, hadir Faisal Andri Mahrawa (Founder Sekolah Kebangsaan Pemuda Indonesia), Samsir Pohan (Wakil Ketua DPD Golkar Sumut) dan Ferdiansyah Putra (Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu Sumatera Utara (KIPP Sumut).

Adapun tujuan dilakukan diskusi tersebut guna mengetahui apakah partai Golkar berpeluang besar menjadi pemenang di pada kontestan pemilu 2019 mendatang.

Baca Juga:  Bantah Nusron Wahid, Golkar Sumut Solid Dukung Tengku Erry

Wakil Ketua DPD Golkar Sumut, Samsir Pohan meyakini partai Golkar memiliki peluang besar menjadi salah satu partai yang akan ikut serta sebagai kontestan pada Pemilu mendatang.

Alasan ini disadarkan karena partai Golkar dinyatakan sebagai partai yang mampu merefleksikan sebagai partai terbuka dan selalu eksis meskipun kerap mengalami guncangan.

“Golkar itu partai lama, partai yang banyak guncangan namun partai ini tidak lantas jatuh tetapi menghadapinya dengan dewasa. Guncangan di tubuh partai Golkar justru membawa Golkar menjadi lebih bangkit dan bertahan,” paparnya.

Samsir juga menyatakan optimis peluang Golkar di Pemilu 2019 cukup besar, mengingat hasil Pemilu pada 2014 kader Golkar memiliki 17 kursi di DPRD Sumut dan 181 kursi di DPRD Kabupaten/Kota.

Angka ini ditegaskannya, akan bertambah pada tahun Pemilu 2019 karena ia menilai ada insentif elektrol dari Pilkada 2018 dengan memenangi 7 Pilkada dari 9 Pilkada yang berlangsung.

Baca Juga:  Patrialis Akbar OTT KPK Pertama 2017 dan ke-18 di Era Agus Rahardjo

“Dengan peta ini, kita yakin bisa mendorong Airlangga Hartarto pada Pemilu Capres dan Cawapres tahun 2019 mendatang,” tegasnya.

Sementara Faisal Andri Mahrawa, pembicara dari Founder Sekolah Kebangsaan Pemuda Indonesia, menyampaikan Partai Golkar memiliki peluang pada pemilu 2019. Namun ditegaskannya, Golkar harus memberikan catatan dan evalusi khusus, termasuk kader-kader yang duduk di legislatif.

Menurutnya, jika kader- kader Golkar di dewan dapat menjalankan perannya melakukan pendidikan politik di masyarakat, serta tidak melakukan pelanggaran pemilu pada tahun 2019, peluang Gollkar sangat terbuka.

” Saya mengharapkan Golkar bukan hanya sebagai partai yang ikut sebagai kontestan dan meraih kemenangan, namun harus menjunjung tinggi azas demokrasi,” ucapnya.

Sementara Ferdiansyah Putra, Ketua Komite Independen Pemantau Pemilu Sumatera Utara (KIPP Sumut) memaparkan, program kaderisasi di tubuh Golkar yang selama ini telah menjadi darah daging, menjadi kelebihan tersendiri.

Baca Juga:  Bank Indonesia Resmikan BI Corner di Perpustakaan Kota Medan

Oleh karena itu, ia menyarankan Golkar tidak harus menjalani politik dinasti sebagaimana partai besar lain. “Sistem kaderisasi di tubuh Golkar harus berjalan alami dan melalui tahapan proses kaderisasi,” ujarnya.

Closing diskusi publik tersebut ditegaskan bahwa Golkar siap menghantarkan Jokowi-Airlangga Hertanto ke istana. [Mahbubah Lubis]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up