Home / NEWS / Hakim Tolak Dakwaan Jaksa, Dua Terdakwa Korupsi Pakaian Seragam Labusel Bebas

Hakim Tolak Dakwaan Jaksa, Dua Terdakwa Korupsi Pakaian Seragam Labusel Bebas


KORUPSI. Panitia Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Waswin Lubis dan Wakil Direktur III CV Kebersamaan, Juli Syahbana Siregar selaku rekanan diaidili di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri medan, Kamis, (1/3/2018).[edisimedan.com/ska]

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan mengabulkan eksepsi (nota keberatan) atas dakwaan yang diajukan dua terdakwa kasus korupsi pengadaan pakaian seragam kelas 1 SDN pada Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhan Batu Selatan Tahun Anggaran (TA) 2016.

Dalam amar putusan selanya, majelis hakim yang diketuai Irwan Efendi NasutionĀ  memerintahkan agar kedua terdakwa yakni Waswin Lubis selaku Panitia Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Labuhan Batu Selatan dan Juli Syahbana Siregar selaku Wakil Direktur III CV Kebersamaan dibebaskan dari penahanan.

“Mengabulkan eksepsi terdakwa. Memerintahkan terdakwa dibebaskan dari tahanan,” ucap Irwan dalam persidangan yang digelar di PN Medan, Kamis (8/3/2018).

Majelis hakim menilai dakwaan yang diajukan Jaksa Penuntut umum tidak cermat.

Menyikapi putusan sela yang mengabulkan eksepsi terdakwa, Irvino salah seorang tim JPU dari Kejari Labusel menyatakan masih pikir-pikir.

Baca Juga:  Perwakilan BKKBN Provsu Warnai Kemerdekaan RI Dengan Berbagai Perlombaan

“Kita laporkan dulu ke pimpinan,”ucapnya singkat kepada wartawan.

Terpisah, Adi Mansar selaku kuasa hukum kedua terdakwa mengatakan dari awal penanganan perkara ini sudah terjadi kejanggalan. Dimana katanya, kasus ini dilaporkan oleh oknum jaksa di institusi yang sama mulai dari proses pelaporan hingga penuntutan.

Pasalnya dalam hukum acara pidana (KUHAP) ini tidak dibenarkan seorang penyidik dan sekaligus penuntut dalam perkara yang sama.

“Sehingga tidak tepatlah jika seandainya jaksa ini sebagai institusi yang melakukan proses ketiganya baik sebagai pelapor, penyidik dan penuntut. Kita bilang ini saling bertentangan karena tidak ada check and balances dalam menangani perkara sebab dia yang melapor, dia yang menyelidiki dan dia yang menuntut. Jadi artinya ini seakan-akan subyektifitas seorang jaksa,” ucap Adi Mansar kepada wartawan.

BERITA TERKAIT

Baca Juga:  JR Saragih Silaturahmi dengan Tim Pemenangan Agus-Sylvi

Sebelumnya diberitakan Panitia Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Waswin Lubis dan rekanan Disdik Labusel, Juli Syahbana Siregar selaku Wakil Direktur III CV Kebersamaan didakwa melakukan tindak pidana korupsi pengadaan pakaian seragam pada Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhan Batu Selatan Tahun Anggaran (TA) 2016 untuk pelajar kelas 1 SD Negeri se-Kabupaten tersebut.

“Perbuatan kedua terdakwa dinilai merugikan keuangan negara sebesar Rp 1 miliar lebih dari total pagu anggaran sebesar Rp 1,9 miliar,” kata Jaksa Penuntut Umum(JPU), Dedy Saragih dipersidangan beberapa waktu lalu.

Atas perbuatannya, masing-masing terdakwa terancam dikenakan Pasal 2 atau Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga:  3 Bulan Keluar Penjara, Residivis Ini Nekad Curi Pendingin Ruangan dari Pos Polisi

“Terdakwa Juli Syahbana Siregar selaku rekanan Disdik Kabupaten Labusel dalam kegiatan pengadaan pakaian seragam pelajar kelas satu SD, bekerja tidak sesuai dengan kontrak,” jelas Dedy.

Sedangkan, terdakwa Waswin Lubis selaku PPK justru membayarkan penuh pagu anggaran kepada CV Kebersamaan, meski perusahaan rekanan tersebut tidak melakukan pekerjaan sesuai kontrak. [ska]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up