Hina Nabi Muhammad di Medsos, Martinus Diganjar 4 Tahun Penjara

85
Terdakwa kasus penghina Nabi Muhammad lewat media sosial Facebook, Martinus Gulo dijatuhi hukuman 4 tahun penjara dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (24/7) sore.

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Terdakwa kasus penghina Nabi Muhammad lewat media sosial Facebook, Martinus Gulo dijatuhi hukuman 4 tahun penjara dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (24/7) sore.

Majelis hakim diketuai Saidin Bagariang dalam amar putusannya, menyebutkan terdakwa Martinus Gulo telah terbukti bersalah menimbulkan adanya ketersinggungan antar umat beragama lewat akun facebook miliknya.

“Mengadili menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana menyalahgunakan informasi yang membuat ketersinggungan umat beragama. Menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun,” ucap majelis di ruang Cakra 2.

Selain hukuman penjara, terdakwa Martinus Gulo juga didenda sebesar Rp1 miliar. Apabila tidak dibayarkan diganti dengan hukuman penjara selama enam bulan kurungan.

Menurut majelis hakim, perbuatan terdakwa melanggar pasal Pasal 28 ayat 2 UU ITE, yang menyebutkan setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individual atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan. Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Joice Sinaga menuntut terdakwa dengan hukuman 5 tahun penjara.

Hal yang memberatkan dalam pertimbangan majelis hakim, perbuatan terdakwa dapat mengganggu ketertiban umum, yang pada pokoknya dalam ajaran agama tidak boleh saling menghujat. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa masih muda dan tidak menyadari perbuatannya menyinggung agama lain.

Atas vonis yang dijatuhkan, terdakwa Martinus Gulo melalui kuasa hukumnya menyatakan pikir-pikir. Sama halnya JPU Joice Sinaga menyatakan pikir-pikir.

Diketahui, Polrestabes Medan mengamankan Martinus Gulo, warga Desa Fanedanu, Kecamatan Somambawa, Kabupaten Nias Selatan, terkait dugaan kasus penghinaan agama lewat media sosial pada Maret 2018.

Martinus ditangkap atas laporan dari Front Pembela Islam (FPI) berdasarkan LP/589/III/2018/SPKT/Restabes Medan, tanggal 28 Maret 2018, tentang adanya pengguna media sosial yang menghina Nabi Muhammad SAW.

Dalam akun Facebook-nya, tersangka menuliskan status yang tak pantas menghina Nabi Muhammad SAW.

Satuan Reskrim Polrestabes Medan yang menerima laporan penghinaan itu langsung melacak keberadaan pemilik akun Facebook yang menghina umat muslim tersebut. Dari penyelidikan, petugas berhasil meringkus pelaku di kos-kosannya Jl. S. Parman, Gang Rustam, Kel. Petisah Tengah, Kec.Medan Petisah.

Hasil pemeriksaan terhadap tersangka, bahwa dia mengaku sakit hati karena agamanya kerap dihina melalui media sosial, sehingga Martinus nekat melakukan aksi balas dendam. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan UU ITE dengan hukuman maksimal hukuman penjara 9 tahun. (ska)

Apa Tanggapan Anda?