HIPMI Labuhanbatu Sosialisasikan Cerdas Berinvestasi

42
HIPMI Labuhanbatu dan Kresna Sekuritas menggelar acara Forum Calon Investor, sosialisasi Cerdas berinvestasi di pasar modal (EdisiMedan/julian)

EDISIMEDAN.com, RANTAUPRAPAT- Ketua Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Labuhanbatu Indra Firdaus mengaku membutuhkan pemahaman tentang cara berinvestasi saham yang sehat.

Demikian dikatakannya saat pagelaran acara Forum Calon Investor, sosialisasi Cerdas berinvestasi di pasar modal, Senin (23/4/2018) malam di Rantauprapat.

“HIPMI Labuhanbatu mengapresiasi dan membutuhkan sosialisasi ini,” kata dia.

Karena tidak semua mengetahui tentang investasi saham. “Cuma sekedar tahu,” paparnya.

“Disinilah saatnya mendapatkan pemahaman dan pengetahuan tentang saham dan bagaimana berinvestasi yang baik dan benar,” ulasnya. Terlebih lagi dikarenakan adanya pandangan negatif tentang trading forex investasi.

Menurut dia, investasi saham merupakan salahsatu cabang bisnis yang berpeluang di Labuhanbatu.

Acara bertema Cerdas berinvestasi di pasar modal itu kerjasama dengan pihak PT Kresna Sekuritas dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam kesempatan itu, tampak hadir sejumlah pelaku bisnis lokal Labuhanbatu. Termasuk dari pihak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Labuhanbatu, Gapeksindo, Askopindo dan lainnya.

Panitia acara Andi BY dalam laporannya menyebutkan acara yang digelar tersebut merupakan suatu bentuk apresiasi dari pihak penyelenggara HIPMI dan Kresna securitas serta Bursa Efek Indonesia untuk memberikan edukasi dan kesadaran kepada masyarakat khususnya para pengusaha Labuhanbatu dalam berinvestasi di pasar modal.

“Dengan harapan kegiatan ini dapat membangkitkan gairah para pengusaha dalam berinvestasi,” katanya.

Dalam berinvestasi, kata dia perlu melakukan studi analisis terlebih dahulu, baik secara technical maupun fundamental.

Sehingga dalam membeli saham, investor perlu mengenali apa yang akan dibeli dan hanya membeli apa yang ia kenali.

Sosialisasi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber. Diantaranya, Kepala Penilaian perusahaan Bursa Efek Indonesia/BEI, Goklasar Tambunan.

Goklasar Tambunan mengatakan Indonesia potensi besar dalam bisnis investasi. Karena jumlah penduduknya besar, serta rating kepercayaan luar negeri semakin naik ke Indonesia sebagai tujuan berinvestasi.

“Ditandai Pertumbuhan harga saham di bursa efek, walaupun kenaikan tidak prontal tapi cukup baik dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Pada kenyataannya investasi dapat mengalahkan inflasi dan hasilnya lebih tinggi dari suku bunga deposito Bank. Namun, kata dia membeli saham bukan dengan tutup mata, tapi harus mengetahui tentang kondisi saham yang akan dibeli dengan mencari tahu di bursa efek.

Sementara itu, Senior Reserch Analist PT Kresna Sekuritas Etta Rusdiana Putra mengungkapkan di Indonesia dari jutaan perusahaan yang ada, hanya sejumlah 567 perusahaan Tbk. Perusahaan yang terbuka Saham untuk umum.

Menurut dia, di Perusahaan Tbk akan lebih aman untuk berinvestasi modal. Karena, lebih terawasi dalam manajemennya dan dikelola secara profesional. “Perusahaan Tbk, perkuartal melakukan laporan kinerja keuangan,” imbuhnya.

Selain itu, menurut dia usaha perusahaan Tbk lebih besar dan bertahan lama, karena Dan.dikelola secara baik dan lebih profesional

Di pasar modal, ujarnya pilihan tidak terbatas. Tapi dua resiko yang ditanggung, kalau tidak untung, rugi. Bagaimana cara mengetahui saham, menurutnya bisa mengakses melalui analisis di Bursa Efek. [jul]

Apa Tanggapan Anda?