Hujan Deras Landa Medan saat Ratusan Paranormal Lakukan Ritual Ini

0
1506
RUWAT BUMI. Suasana Ruwat Bumi dengan membawa simbol delapan etnis di Sumatera Utara dan gentong berisi air suci, yang diantar seniman seni kontemporer, Agung Suharyanto. [edisimedan.com/istimewa]

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Hujan deras melanda kota Medan, Jumat malam (1/1/2017), ketika ratusan paranormal bertemu dan menggelar sebuah ritual bernama Ruwat Bumi.

Ruwat Bumi dilakukan oleh ratusan paranormal dan penyembuh alternatif dari berbagai daerah di Indonesia ini, sebagai tanda dibukanya Festival Budaya Supranatural yang digelar di PRSU Jalan Gatot Subroto Medan selama 20 hari, mulai tanggal 1 hingga 20 Desember mendatang.

Mereka mengiringi tandu segitiga piramida dari bambu yang dihiasi daun-daun, perlambang kehidupan dari gerbang PRSU menuju sebuah areal terbuka di komplek PRSU.

Suasana Ruwat Bumi dengan membawa simbol 8 etnis di Sumatera Utara dan gentong berisi air suci, terlihat sangat harmonis dan memberikan keteduhan.

Seniman seni kontemporer, Agung Suharyanto yang juga dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Universitas Medan Area (UMA) diiringi music Hitam Putih Etnic dengan mengawinkan alat musik khas Melayu, Batak, Mandailing dan Karo, membuat para pengunjung dan peserta kirab Ruwat Bumi hanyut dalam kekhusukan.

BACA JUGA

“Ruwatan sendiri berasal dari kata “ruwat” atau dalam bahasa sunda “ngarawat” yang artinya, merawat atau menjaga. Sedangkan bumi, mengandung arti tempat kita hidup. Kata lain ruwatan bumi berarti menjaga tempat kita hidup,” jelas Mateus Suwarsono kepada wartawan, usai pelaksanaan Ruwat Bumi.

Menurut Mateus yang akrab disapa Mas Harsono, Ruwat Bumi yang digelar dalam acara Pembukaan Festival Budaya Supranatural Nusantara 2017, berbeda dengan tradisi budaya yang dilakukan di Pulau Jawa. Ruwat Bumi biasanya berkaitan dengan hasil bumi dan akhir bencana.

Sedangkan Ruwat Bumi yang digelar di PRSU, adalah doa tulus dari semua peserta yang hadir dari berbagai wilayah di Indonesia untuk bumi sebagai tempat hidup.

BACA JUGA

“Kita mendoakan bumi kita, mengingatkan semua orang bahwa air yang menjadi penghidupan kita adalah suci dan harus dijaga. Mengingatkan kita untuk tahu berterima kasih kepada bumi dan bersyukur setinggi-tingginya kepada Tuhan,” tambah Mateus.

Usai menggelar kegiatan Ruwat Bumi, kegiatan sakral untuk dimulainya Festival diakhiri dengan istighosah yang dipimpin KH Mahfoed dan Ustazd Azis Hidayatullah, Dewan Presidium DPP Forum Keluarga Paranormal dan Pengobat Alternatif Indonesia (FKPPAI).

“Istighosah untuk menyempurnakan semua upacara ini,” jelas Ustazd Azis Hidayatullah yang pernah menjadi host program “Tim Pemburu Hantu” di salah satu televisi nasional.

Festival Budaya Supranatural Nusantara 2017  ini menampilkan berbagai atraksi menakjubkan dari tokoh-tokoh supranatural Indonesia, diantaranya Ki Joko Bodo, Ki Prana Lewu, pemandu acara Jejak Paranormal, Mbah Gimbal The Master, Eyang Ratih dari Bali dan Ustazd Azis Hidayatullah.

“Kita juga menggelar pengobatan gratis dari pukul 14.00 WIB sampai 16.00 WIB, ruqyah massal, pelatihan supranatural, debus hingga belajar sulap untuk pelajar. Dengan tiket hanya 5.000 rupiah untuk pelajar dan 10.000 rupiah untuk umum,” jelas Yose Piliang, Ketua Penyelenggara dari Deli Geist Pro.

Festival ini diharapkan bisa mengubah paradigma negatif tentang budaya supranatural karena supranatural adalah salah satu budaya Indonesia. [rel]

Apa Pendapat Anda?