Hukuman Ramadhan Pohan Diperberat Hakim Tingkat Banding

44

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Pengadilan Tinggi (PT) Medan memperberat hukuman Ramadhan Pohan 3 tahun penjara. Vonis ini, lebih tinggi dari putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan hanya menghukum 15 bulan penjara.

Politisi Partai Demokrat itu, terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan ‎sebesar Rp 15,3 miliar terhadap korbannya, bernama Laurenz Hanry Hamonangan Sianipar dan Rotua Hotnida Simanjuntak. Dengan itu, mantan Calon Wali Kota Medan Periode 2015-2020 itu, bersalah melanggar Pasal 378 jo Pasal 65 ayat (1) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

“Iya sudah turun dan sudah kita terima‎ akte putusan dari PT Medan. Dengan hukuman dijatuhkan kepada Ramadhan Pohan 3 tahun penjara,” ucap Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Sumanggar Siagian Selasa 15 Mei 2018.

Sumanggar mengatakan putusan majelis hakim PT Medan, sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang sebelum menuntut calon Walikota Medan itu selama 3 Tahun penjara. Namun begitu, pihak Kejati Sumut menunggu upaya hukum lanjutan disampaikan Ramadhan Pohan melalui kasasi di Mahkamah Agung.

“Kalau terdakwa melakukan upaya hukum kasasi ke MA (Mahkamah Agung), kita wajib juga mengajukan kasasinya,” tutur Sumanggar.

Sumanggar sendiri mengaku pihaknya belum mengetahui sikap dari Ramadhan Pohan. Tapi, sudah mempersiapkan bila Ramadhan Pohan Kasasi.‎”Belum (mengetahuinya). Kita baru disampaikan akte bandingnya,” kata Sumanggar.

Disinggung soal penahanan terhadap Ramadhan Pohan dari putusan PT Medan. Sumanggar mengatakan belum melihat seluruh akte putusan PT Medan itu.”Baru kita terima, saya belum membaca semuanya. Kalau didalam memory banding kita ajukan, meminta bersangkutan (Ramadhan Pohan) untuk ditahan,” jelas Sumanggar.

Sementara itu, Savita Linda Hora Panjaitan selaku mantan bendahara pemenangan pasangan calon Walikota/Wakil Walikota Medan periode 2015-2020, Ramadhan Pohan-Eddie Kusuma juga hukumannya diperberat oleh PT Medan yakni selama 1 tahun penjara. Savita sebelumnya divonis 9 bulan penjara di PN Medan.

Diketahui, Savita Linda bersama Ramadhan Pohan didakwa melakukan penipuan terhadap Rotua Hotnida boru Simanjuntak dan Laurenz Henry Hamongan Sianipar. Dua korban yang berstatus ibu dan anak ini mengalami kerugian dengan total Rp 15,3 miliar. [ska]

Apa Tanggapan Anda?