Ini Alasan OJK Gelar Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal

    18

    EDISIMEDAN.COM, MEDAN- Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  Bidang Pengawasan Sektor Pasar Modal bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan stakeholder  sosialisasikan mengenai pasar modal di Indonesia melalui Media Gathering di Kantor OJK, Kamis (12/9/2019) di Jalan Gatot Subroto Medan.

     Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merangkap Kepala Eksekutif Pasar Modal, Hoesen menuturkan kegiatan ini dilaksanakan di 9 Kota di Indonesia, sudah berjalan dan Kota Medan merupan kota ke 7 .
    “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan  pemahaman masyarakat khususnya di daerah atas informasi aktual perkembangan di Pasar Modal dan memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam  berinvestasi yang cerdas dan aman. Disamping itu, sebagai bentuk ajakan persuasif kepada  masyarakat untuk dapat menjadi investor di Pasar Modal, memberikan informasi kepada perusahaan di daerah tentang akses pendanaan yang mudah melalui Pasar Modal.
     
    “Kegiatan ini pun untuk memberikan informasi kepada perusahaan di daerah tentang akses pendanaan yang mudah melalui Pasar Modal serta sebagai wujud konkret dari recycle pungutan OJK,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Hoesen di Kantor OJK Regional 5 Jalan Gatot Subroto Medan, Kamis (12/9).
    Hoesen menjelaskan, berdasarkan survei indeks literasi keuangan tahun 2016, indeks Pasar Modal Nasional sebesar 4,4 persen meningkat dari sebelumnya di tahun 2013 yakni sebesar 3,79 persen. Hal itu berarti dari 2013-2016 mengalami peningkatan hingga 0,61 persen.
    Untuk indeks inklusi Nasional tahun 2016 juga mengalami peningkatan dari 0,11 persen di tahun 2013 menjadi 1,25 persen tahun 2016 dan meningkat 1,14 persen.
    “Jumlah investor Pasar Modal Provinsi Sumatera Utara (Sumut) berjumlah 43.494 investor di sektor saham dan 55.175 investor di sektor Reksa Dana dengan total 98.669 investor. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di Provinsi Sumut pada tahun 2018 yaitu 14.415.391 jiwa, maka jumlah penduduk yang berinvestasi di sektor pasar modal kurang lebih hanya 0,68 persen dari total jumlah penduduk,” jelasnya.
    Dia mengungkapkan, hingga saat ini terdapat 6 Emiten Saham dan 2 Emiten Obligasi yang berdomisili Kantor Pusat di Sumut. Untuk perusahaan Efek memiliki 26 Kantor Cabang yang tersebar di Sumut, 12 Galeri Investasi BEI serta 7 Kantor Cabang Manajer Investasi di wilayah Sumut.
    Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala OJK Regional 5 Sumbagut, Yusup Ansori, Deputi Komisioner Pengawas PM1, Djustini Septiana, dan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi. (Mahbubah Lubis)
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
     

    Apa Tanggapan Anda?