Home / NEWSSUMUT / Ini Dia Paman yang Aniaya Ponakannya dengan Keji di Nisel

Ini Dia Paman yang Aniaya Ponakannya dengan Keji di Nisel


Polisi akhirnya berhasil meringkus Firman Zebua (32), paman yang tega menganiaya ponakannya Arisman Waruwu, anak berusia 14 tahun dengan keji.

EDISIMEDAN.com, NISEL- Polisi akhirnya berhasil meringkus Firman Zebua (32), paman yang tega menganiaya ponakannya Arisman Waruwu, anak berusia 14 tahun dengan keji.

Warga Desa Berua Siwalawa, Kecamatan Hilisalawa’ahe, Kabupaten Nias Selatan ini diringkus oleh petugas Kepolisian Sektor Lolowau Polres Nias Selatan, di sekitar rumahnya, Senin (26/3/2018) kemarin.

Saat diamankan, polisi juga menyita barang bukti sebatang kayu bakar yang digunakan pelaku untuk memukul serta seutas tali nilon yang digunakan pelaku untuk mengikat tangan korban.

Kapolres Nias Selatan, AKBP Faisal F. Napitupulu menjelaskan, kronologis kejadian bermula saat itu tersangka baru pulang dari rumah mertua nya di Desa Berua Siwalawa, Kecamatan Hilisalawa’ahe, Kabupaten Nias Selatan, Sabtu (24/03) Malam.

BACA SEBELUMNYA

Hanya Karena Makanan, Paman Tega Aniaya Ponakannya dengan Keji di Nias Selatan

Baca Juga:  Lagi, Dua Oknum Polisi di Tanjungbalai Diamankan Diduga Terlibat Narkoba

“Tersangka yang juga biasa dipanggil Ama Orlen ini kemudian bertanya kepada korban dan adik nya “apakah kalian sudah makan” ? Korban bersama adik nya kemudian menjawab “tidak paman”. Lalu tersangka marah dan mengambil sebatang kayu dari perapian dan langsung memukul betis kiri korban sebanyak 5 kali,” ucap Faisal saat melakukan press rilis di Mapolres Nias Selatan Kamis (29/03) siang.

Karena tidak tahan dipukul, Arisman mengaku bahwa nasinya sudah dimakan. Mendengar perkataan keponakan nya tersebut, tersangka semakin marah dan menyulutkan bara api rokok kebagian puting korban sebelah kanan sebanyak 8 kaki dan sebelah kiri 9 kali.
Tidak puas, pelaku kemudian menyulut bara api rokok ke bagian pusar sebanyak 2 kali dan bagian punggung 4 kali.

“Korban juga di pukul dengan sebatang kayu dibagian dagu dan dibagian hidung,” urai Faisal.

Baca Juga:  Centeng Kebun Federal Ditemukan Tewas

Tersangka kemudian meninggalkan korban setelah sebelumnya membawa korban ke halaman belakang rumah serta mengikatnya di pohon pisang. Arisman kemudian berusaha melepaskan ikatan tali tersebut dan berhasil melarikan diri ke sawah yang berada tidak jauh dari rumah paman nya.

Korban kemudian mendatangi rumah salah seorang warga dan menceritakan peristiwa yang dialaminya.

Warga kemudian mengajak korban untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lolowau. Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka di Desa Berua Siwalawa, Kecamatan Hilisalawa’ahe, Kabupaten Nias Selatan, Senin Siang.

Mantan Kasubdit III/ Jahtanras Polda Sumatera Utara ini menegaskan, tersangka akan di jerat dengan Pasal 80 ayat (1) dan (2) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara selama 8 Tahun.

“Tersangka kini di tahan di Mapolres Nias Selatan guna proses pemeriksaan lebih lanjut dan berkas akan secepatnya di limpahkan kepada Kejaksaan”, tutup nya. [ska]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up