Home / SUMUT / Inilah “Potret Hebat” Gerakan Deliserdang Membangun

Inilah “Potret Hebat” Gerakan Deliserdang Membangun


DELISERDANG, EDISIMEDAN| Gerakan Deli Serdang Membangun (GDSM) berupa membangun ratusan kilometer infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Deliserdang selama ini, selalu digadang-gadang Pemkab Deliserdang. Bahkan hampir setiap tahun, program GDSM itu meraih pelbagai prestasi. Benarkah demikian?

Ternyata tidak semua masyarakat di daerah itu menikmati gerakan Deliserdang Membangun. Bahkan sebagian warga menilai, GDSM hanya sebatas lips service belaka.

Pasalnya, hampir seluruh jalan yang dibangun dengan kombinasi aspal ditengarai dari proyek swakelola yang berazaskan GDSM tidak sampai setahun sudah kupak-kapik.

Salahsatunya jalan yang masih rusak parah terlihat di Jalan Glugur Rimbun Tanjung Anom, Deliserdang. Sepanjang 8 kilometer jalan umum di sini alami rusak parah.

“Kupak-kapik kali jalannya. Berlubang di sana-sini. Kalau hujan seperti kubangan kerbau. Begitu kering, penuh debu,” ujar L Tanjung, warga sekitar.

Seperti yang terjadi hari ini, Selasa (8/12/2015), saat hujan yang mengguyur daerah ini sejak pagi menyebabkan air tergenang dimana-mana. Jika tidak hati-hati, kenderaan akan masuk ke jalan yang berlubang.

“Lubang-lubang jalan di sini seperti jebakan Batman kalau hujan. Kalau tidak hati-hati membahayakan. Sudah banyak korban yang alamai kecelakaan di sini,” tambahnya.

BACA JUGA
Ribuan Penduduk di Sumut Masih Bodoh, Belum Mampu Mengeja Nama Sendiri

Menurut Tanjung, rusaknya jalan di sini akibat tidak adanya drainase di sekitar ruas jalan tersebut. Sehingga begitu ada air akan tumpah ke badan jalan.

“Selain itu, jalan di sini juga banyak dilalui truk-truk besar. Ini juga penyebab rusaknya jalan di sini,” celetuknya.

Pemandangan jalan rusak di Kawasan Gelugur Rimbun, Tanjung Anom sepanjang 8 kilometer.
Pemandangan jalan rusak di Kawasan Gelugur Rimbun, Tanjung Anom sepanjang 8 kilometer.

Menurut dia, perbaikan jalan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Deliserdang selama ini tidak efektif. “Tidak sampai setahun, sudah kopak-kapik lagi,” tegasnya.

Dia menilai, Gerakan Deli Serdang Membangun (GDSM) berupa membangun ratusan kilometer infrastruktur tidak lagi bisa menjadi kebanggaan rakyat Deliserdang.

Selain pembangunan jalan-jalan yang tidak bermutu, saluran parit pembuangan dan parit kecil sisi jalan pun sama sekali tidak diprioritaskan. Sehingga jika hujan lebat turun tidak sedikit permukiman masyarakat menjadi korban kebanjiran. Demikian pula jalan aspal yang tergenang air tersebut menjadi cepat rapuh dan rusak.

Sebab itu, warga mengaku heran kalau melihat dari sejumlah penghargaan yang diterima Pemkab Deliserdang terkait pembangunan.

“Itu bukan menjadi jaminan atas prestasi. Kami justru merasa prestasi yang diperoleh Bupati telah mengorbankan masyarakat. Pemkab sudah mengabaikan keresahaan dan keluhan masyarakat dan lebih sibuk mengagungkan pencapaian prestasi semu semata,” pungkas Tanjung. [ded]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up