Inilah Sosok Bacawalkot H Norman Dhani Anak Kartini Binjai

115
H NORMAN DHANI BACALON WALKOT BINJAI 2020

EDISIMEDAN.COM,Binjai – Mantan Kepala Bandara Penerbangan, Norman Dani merupakan salah satu calon kuat yang akan maju dalam bursa Pilwalkot Binjai tahun 2020 mendatang. Anak asli Kelurahan Kartini, Kecamatan Binjai Kota itu kini mulai sibuk berburu tiket untuk maju sebagai Bacalon Pilwalkot

Sebelum menghadiri acara sosialisasi KPU, Norman Dani terlebih dahulu menyempatkan diri mengikuti proses pendaftaran di Kantor PDI-P Kota Binjai, Kamis (12/09) siang.

“Latar belakang saya kenapa sampai memutuskan untuk mencalonkan diri, tidak lebih karena semata-mata hanya ingin mengabdi untuk kampung halaman saya. Itu yang saya sampaikan ke anak-anak saya.

Norman Dani sendiri mengaku sudah cukup bahagia dengan perjalanan karirnya di penerbangan. Ia sudah bertugas selama 17 tahun dan 5 kali menjabat sebagai Kepala Bandara yakni di Kendari, Palangkaraya, Lampung, Kota Baru dan Cengkareng dan terakhir sebagai Wakil Bandara di Kota Batu.

“Sekarang saya bertugas sebagai Dosen di sekolah penerbangan bernama STPI,” ujarnya.

Norman Dani ngaku memiliki 4 buah hati yang juga memiliki karir pekerjaan cukup cemerlang. Diantaranya, ada yang bertugas di TNI AU berpangkat Mayor, Pilot, Dokter dan Bandara Penerbangan.

“Jadi anak-anak menyuruh saya supaya istirahat saja, tapi saya bilang inilah waktunya bapak untuk mengabdikan diri di kampung halaman sendiri yaitu Binjai dan akhirnya anak-anak pun mendukung,” sebutnya.

Sebagai pribadi yang suka bergaul, Norman Dani memiliki banyak keluarga dan teman di Kota Binjai. Hal ini terlihat saat Norman Dani ditemani teman-teman seangkatan sekolahnya dulu menghadiri sosialisasi KPU.

“Itu teman-teman saya semua, mereka kawan saya waktu sekolah dulu di SMPN 1 dan SMAN 1 Binjai. Saya juga paham cara menghadapi warga masyarakat Binjai nantinya ,”jelasnya

Ditanya soal Kota Binjai, Noman Dani mengaku sedih. Sebab, dari jaman dahulu sampai sekarang tidak ada perubahan yang berarti. “Laju pertumbuhannya lambat sekali. Bayangkan saja di usianya yang sudah 147 tahun, kalah jauh dengan Kota Batu yang masih 17 tahun dalam hal infrastruktur dan sektor pendapatannya,” kata Norman.

Sektor pelayanan kesehatan, kata Normandani masih menjadi salah satu persoalan besar yang harus dibenahi. “Kita sedih melihat orang Binjai terpaksa harus jauh-jauh berobat ke Medan karena disini kurang mendapat pelayanan kesehatan yang bagus begitu juga masalah lain yakni PAD Binjai.

Norman mengaku masih terus melakukan pendekatan ke sejumlah partai. Diantaranya adalah PDI-P, PKS dan Gerindra. “Kalau untuk wakil saya menginginkan berasal dari pribadi yang memiliki historis yang baik, tidak memiliki catatan bermasalah serta religius

Terakhir H Norman Dhani menyakinkan media bahwa ia sungguh – sungguh ingin mengabdi untuk kota kelahirannya. Dan segala sesuatu untuk itu telah dipersiapkan secara matang sejak awal dan cita-cita ini sudah ada sejak lama. (OP)

 

Apa Tanggapan Anda?