Home / NEWSSUMUT / Inna Lillahi, Dua Bulan Menderita Kebocoran Jantung, Bayi Salwa Akhirnya Meninggal

Inna Lillahi, Dua Bulan Menderita Kebocoran Jantung, Bayi Salwa Akhirnya Meninggal


BAYI SALWA. Irwan dan Nur Aidah tidak akan pernah lagi mendengar tangisan dan tawa dari putri sulung mereka, Salwa Nurhafizah. Takdir berkata lain. Bayi mungil berusia dua bulan yang mengidap kebocoran jantung itu dipanggil kepangkuan Tuhan setelah dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik, Medan. [edisimedan.com/istimewa]

EDISIMEDAN.com, BATUBARA- Salwa Nurhafizah, bocah dua bulan yang menderita kebocoran jantung akhirnya meninggal dunia. Salwa meninggal pada Jumat (16/2/2018) pada pukul 23.00 WIB di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik, Medan.

Kepastian meninggalnya bocah mungil ini diperoleh dari, Irwan, ayah Salwa.

“Dek Salwa sudah gak ada lagi bang. Allah lebih sayang sama Salwa,” ujar Irwan, sambil menangis, Sabtu (17/2) siang.

Keluarga membawa jenazah Salwa menggunakan mobil ambulans dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumut. Salwa dikebumikan di kampung halamannya di Desa Durian, Dusun Utama/Tanah Lapang, Kecamatan Merdang Deras, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara sekitar pukul 11.00 WIB.

“Alhamdulillah tadi sudah dikebumikan, mulai dari keluarga dan donatur serta tokoh masyarakat semua bersimpati dengan Salwa,” kata Irwan.

Salwa Nurhafizah divonis dokter dari Rumah Sakit Bunda Thamrin mengidap kebocoran Jantung. Selama Salwa dirawat di Bunda Thamrin, kondisinya sempat membaik. Namun Bunda Thamrin tidak bisa merujuk Salwa ke RS Harapan Kita di Jakarta karena berstatus Kelas C.

Baca Juga:  Sambut Idul Fitri, Terkelin Perintahkan Jalan Menuju Objek Wisata di Karo Segera Diperbaiki

Berita Terkait

Salwa, Bayi Penderita Penyempitan Jantung Ini Butuh Uluran Dermawan

Salwa, Bocah Penderita Kebocoran Jantung Harus Segera Dioperasi di Jakarta

Setelah berkoordinasi dengan berbagai pihak, Salwa dirujuk ke Adam Malik. Selama di Adam Malik, sempat terdengar kabar, bahwa Salwa tidak dirawat dengan baik. Namun pihak rumah sakit membantahnya.

Salwa sempat menjalani operasi kecil untuk mengangkat penyumbatan dahak pada Kamis, (17/2). Karena Salwa sempat menderita batuk.

“Kemarin itu ada batuk, Dokter melakukan operasi kepada Salwa. Alhamdulillah operasinya lancar,” kata Irwan.

Namun pascaoperasi kondisi Salwa terus menurun, badannya memucat. Irwan sempat mengabarkan anaknya membutuhkan donor darah golongan AB+. Kabar itu langsung menyebar di media sosial. Ada pendonor yang memberikan darahnya.

BAYI SALWA. Irwan dan Nur Aidah tidak akan pernah lagi mendengar tangisan dan tawa dari putri sulung mereka, Salwa Nurhafizah. Takdir berkata lain. Bayi mungil berusia dua bulan yang mengidap kebocoran jantung itu dipanggil kepangkuan Tuhan setelah dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik, Medan. [edisimedan.com/istimewa]
Setelah mendapat donor, kondisi Salwa tak kunjung membaik. Irwan dan Nur Aidah semakin cemas. Apalagi Nur Aidah, dia punya trauma karena anak ketiga mereka juga meninggal di Adam Malik.

Baca Juga:  Pansus LKPJ : Dishub Medan Gagal Jalankan Tugas

Keluarga mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan pendonor yang sudah memberikan bantuan. “Kami sekeluarga berterima kasih, mohon doanya untuk Salwa supaya bisa tenang di akhirat,” pungkasnya.

Sementara itu Kasubbag Humas RSUP Adam Malik Masahadat Ginting mengatakan, pihaknya sudah berupaya maksimal untuk menstabikan kondisi Salwa. Karena, jika harus dirujuk ke Jakarta, kondisi Salwa harus dalam kondisi yang stabil.

“Sudah kita upayakan, kondisi umumnya harus baik dulu sebelum dirujuk,” katanya.

Salwa sudah berjuang meawan penyakitnya mulai awal Januari. Dia sempat dibawa ke RS Tanjung Gading di Kabupaten Batubara. Karena keterbatasan alat Salwa dirujuk ke RSUD Kumpulan Pane Kota Tebing Tinggi. Lagi lagi Salwa terbentur keterbatasan alat.

Salwa kemudian masuk ke RS Bunda Thamrin. Di sana, kondisi Salwa membaik. Salwa dirawat di Bunda Thamrin sejak 19 Januari 2018 sebelum di rawat di Bunda Thamrin. [ska]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up