Home / SUMUT / Jadi Duta KEK Nasional, Tugas Berat Menanti Gubsu

Jadi Duta KEK Nasional, Tugas Berat Menanti Gubsu


MEDAN| Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho terpilih sebagai Duta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nasional. Terpilihnya Gubsu ini tak lain agar daerah lain dapat belajar dari success story pembangunan KEK Sei Mangkei.

“Kami siap menjadi Duta KEK Nasional, dengan bekal pengalaman membangun dan mengelola KEK Sei Mangkei,” ujar Gatot Pujo Nugroho kepada Tim Sekretariat Dewan Nasional KEK yang dipimpin oleh Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto, di Medan, Jumat (8/5/2015).

Gatot menjelaskan, KEK Sei Mangkei merupakan hasil karya bersama seluruh pihak dalam menjawab persaingan di tingkat global. Apalagi, KEK Sei Mangkei menjadi kawasan terintegrasi dengan Global Hub Port di Kuala Tanjung dan infrastruktur jalan tol Medan-Tebing Tinggi-Kuala Tanjung-Sei Mangkei berkelas dunia.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto mengatakan, peran sebagai Duta KEK Nasional menjadi tugas berat sekaligus mulai yang diemban pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Baca Juga:  H.Sampe Tuah Ginting : Amar Ma'ruf Nahi Mungkar

Sebab, seluruh daerah di Indonesia akan menjadikan KEK Sei Mangkei sebagai tolak ukur pembangunan dan pengelolaan KEK. Sekaligus menjadi pelajaran berharga bagi daerah lain yang memiliki KEK dan tengah mengusulkan pembangunan KEK di daerahnya.

Enoh menuturkan, tugas Duta KEK Nasional nantinya adalah berbagi informasi dan pengalaman dalam membangun serta mengembangkan KEK Sei Mangkei hingga operasionalnya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 27 Januari 2015 lalu.

“Karena itu, peran sebagai Duta KEK Nasional yang akan dijalankan pemerintah Provinsi Sumatera Utara, sangat penting bagi percepatan pengembangan KEK di seluruh Indonesia.

Ia menerangkan, ada 4 alasan utama penting yang menyebabkan pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat menjadi Duta KEK nasional. Pertama, ketersediaan kebutuhan listrik di dalam KEK Sei Mangkei sesuai target yang direncanakan.

Kedua, pembangunan infrastruktur di dalam kawasan yang dipastikan mendukung target-target usaha investor yang telah berinvestasi di dalam KEK Sei Mangkei.

Baca Juga:  Operasi Patuh Toba Mulai Digelar Hari Ini, Polisi Akan Fokus Pada Penindakan Langsung

“Hingga saat ini, PT Unilever menjadi investor pertama di dalam kawasan. Meski demikian, penguatan dan pembangunan infrastruktur memadai untuk menarik investor lain masuk, terus dioptimalkan,” jelas Enoh.

Ketiga, sebagai kawasan ekonomi, KEK Sei Mangkei terintegrasi dengan Global hub port di Kuala Tanjung dan jalan tol Medan-Binjai. Sehingga diperkirakan kawasan tersebut menjadi penyokong utama bagi jalur distribusi hasil produksi KEK Sei Mangkei ke berbagai wilayah termasuk ke dunia internasional.

Keempat, PTPN III dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus berkolaborasi untuk menarik masuknya investor ke KEK Sei Mangkei, melalui berbagai kegiatan promosi global.

“Jadi menurut pandangan kami, peran Gubernur Sumatera Utara sebagai Duta KEK Nasional sangat dibutuhkan oleh daerah-daerah pemilik KEK yang baru. Dengan demikian, ekonomi daerah dan nasional secara simultan terbangun signifikan,” papar Enoh. [khi]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up