Jadi Tersangka Korupsi, Dirut EO Asal Jakarta Ini Ditahan di Rutan Tanjung Gusta

2221
KORUPSI.Tersangka yang ditahan bernama Rahmat Jaya Pramana (35). Dia merupakan merupakan pimpinan atau direktur dari perusahaan swasta (badan hukum) bergerak bidang EO PT. Ekspo Kreatif Indo di Jakarta. Rahmat ditahan usai menjalani pemeriksaan untuk ketiga kalinya di kantor Kejati Sumut.

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Tim penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejati Sumatera Utara melakukan penahanan terhadap satu dari dua tersangka kasus dugaan korupsi di Bapemas Provsu, Senin (10/7/2017) sore.

Tersangka yang ditahan bernama Rahmat Jaya Pramana (35). Dia merupakan merupakan pimpinan atau direktur dari perusahaan swasta (badan hukum) bergerak bidang EO PT. Ekspo Kreatif Indo di Jakarta. Rahmat ditahan usai menjalani pemeriksaan untuk ketiga kalinya di kantor Kejati Sumut.

“Tersangka RJP merupakan salah satu rekanan dalam proyek penggunaan dana dekonsentrasi bersumber dari P-APBN TA 2015 sebesar Rp 41,8 miliar pada Bapemas Pemprovsu, untuk kegiatan pelatihan pengembangan kapasitas aparatur pemerintahan desa se Sumut,yang dibagi dalam 4 paket /zona. Dimana kerugian dalam kasus ini ditaksir mencapai Rp 1,5 milyar,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejatisu Sumanggar Siagian didampingi staf humas Yosgernold Tarigan kepada wartawan.

Sumanggar menjelaskan dalam kasus tersebut, penyidik menetapkan empat orang tersangka. Mereka adalah Budhiyanto Suryanata selaku Direktur PT Proxima Convex, tersangka Taufik selaku Direktur Mitra Multi Komunication dan tersangka Rahmat Jaya Pramana selaku Direktur PT Ekspo Kreatif. serta seorang lagi telah meninggal dunia yaitu MN (alm) dari PT SCM.

“Untuk dua tersangka lainnya akan kita panggil dalam waktu dekat ini,” tutur Sumanggar.

Tim penyidik Pidsus menetapkan keempat orang tersebut sebagai tersangka karena keempat perusahaan yang dipimpin mereka masing masing adalah sebagai event organizer (EO) dari Jakarta, dalam pelaksanaan dan penggunaan dana dekonsentrasi bersumber dari P-APBN sebesar Rp 41,809 miliar TA 2015 di Bapemas Pemprovsu.

Sebelumnya, Jaksa di Bidang Humas Kejatisu Yosgernold Tarigan, menyebutkan, terkait kasus penyalahgunaan dalam kegiatan pelatihan aparatur pemerintahan desa yang dibagi dengan 4 zona wilayah ini, tim penyidik Kejatisu telah memeriksa 30-an orang sebagai saksi terdiri dari pihak Bapemas selaku PPK (pejabat pembuat komitmen) dan PA (pengguna anggaran) termasuk dari pihak perusahaan swasta sebagai EO. [ska]

Apa Tanggapan Anda?