Janda Tewas Digorok Tetangga

78

EDISIMEDAN.COM, BINJAI- Sidang lanjutan kasus pembunuhan terhadap seorang janda tua bernama Lina yang dilakukan tetangganya sendiri Ridwan Wongso kembali digelar di PN Binjai, Senin (20/5) siang. Dalam keterangannya, terdakwa Ridwan Wongso mengaku kesal karena setiap kali ditagih hutang yang pernah dipinjamkannya senilai Rp.4 juta oleh korban selalu bilang nggak ada, belum dan nanti dulu.

“Tahun 2016 saya pernah ngasikan pinjaman hutang sama terdakwa senilai Rp.4 juta dan setiap kali diminta jawabannya selalu nggak ada, belum dan nanti,” ucapnya.

Beberapa hari sebelum kejadian, Ridwan mengaku sempat datang meminjam parang kepada korban untuk bersih bersihkan pekarangan rumahnya. “Senin saya pinjam terus hari rabunya saya dibel korban minta parangnya dipulangkan. Lalu, saya bilang iya nanti dipulangkan hari Jumat sekalian minta uang saya dikembalikan,” katanya.

“Maksud saya datang untuk minta uang yang saya pinjamkan karena orang tua lagi sakit butuh uang untuk berobatnya,” ucapnya.

Sesampainya di rumah korban, Ridwan mengaku sempat ngobrol ngobrol dengan korban. Dan parang yang dibawanya diletakkan di atas meja dekat mereka duduk.

“Pas itu kubilang sama dia, kak pulangkanlah uangku kak mamak sakit butuh uang untuk berobat,” ucapnya.

Gara gara dicueki korban, Ridwan pun mengancamnya dengan menempelkan parang ke lehernya. “Kubilang pulangkan gak uangku tapi tetap saja dijawabnya nggak hingga aku pun emosi,” katanya.

Lantas, Ridwan pun kesetanan. Digoroknya leher korban dalam dalam sampai tiga kali. Korban pun roboh bersimbah darah dan tewas di tempat.

Usai melakukan pembunuhan, Ridwan masih sempat sempatnya mempreteli perhiasan gelang dan rantai di tubuh korban. Tak hanya itu, barang barang seperti sepeda motor, televisi dan hape di rumah korban juga disikat pelaku.

“Kalok gelang dan rantai kujual seharga Rp.9 jutaan, terus TV sama hape kujual seharga dua jutaan dan kretanya kubawa kabur,” kata Ridwan.

Hakim Anggota, Aida Nofita Harahap SH. MH sempat emosi mendengar keterangan terdakwa yang mengatakan bahwa korban memiliki hutang sama dirinya.

“Tapi saksi kemarin mengatakan bahwa korban tidak pernah ada hutang sama terdakwa dan terdakwa sendiri membenarkannya. Tapi kenapa sekaranf terdakwa justru mengatakan korban ada hutang sama terdakwa, cemananya terdakwa ini,” ucap Hakim.

Kalau memang korban ada hutangnya, lanjut hakim kenapa terdakwa tidak memintanya saja kepada anak korban. Dan kenpa harus membunuhnya. “Terus kamu bilang hutangnya senilai Rp.4 juta tapi kenapa barang barang yang kamu ambil bisa sampai sembilan jutaan, apakah sebanding dengan nilai hutang kamu,” ucap hakim.

Mendapat pertanyaan itu, terdakwa hanya bisa tertunduk lesu. “Maaf saya menyesali perbuatan saya,” katanya. (OP)

Apa Tanggapan Anda?