Home / MEDAN TODAY / Janiro G Siregar Dipastikan Meninggal, Korban Crane dari Sumut Bertambah

Janiro G Siregar Dipastikan Meninggal, Korban Crane dari Sumut Bertambah


JAKARTA| Jumlah jemaah haji asal Sumatera Utara yang menjadi korban musibah crane roboh di Masjidil Haram, Mekkah, bertambah satu orang. Ini terjadi karena petugas sudah bisa memastikan identitas korban lain bernama Janiro Ganumbang Siregar.

Janiro Ganumbang Siregar dipastikan meninggal, berdasarkan kesaksian teman yang bersama korban di lokasi kejadian. “Kemarin sudah dibuat kesaksian dari pihak suami korban dan saksi-saksi yang melihat betul Janiro ada di tempat kejadian crane,” kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1436H/2015M, Arsyad Hidayat, di Mekkah, Arab Saudi, sebagaimana dilansir Antara, Kamis (8/10/2015).

Sebelumnya, jemaah atas nama Janiro Gadumbang Siregar, dari kelompok terbang (kloter) 9 embarkasi Medan (MES 09), belum ditemukan pasca tragedi crane di Masjidil Haram pada 11 September 2015.

Menurut kesaksian seorang teman satu kloter yang ikut beribadah di Masjidil Haram pada saat itu, Janiro termasuk yang menjadi korban meninggal. Selain Masnauli dari kloter yang sama.

Baca Juga:  166 Calhaj asal Tebingtinggi Terima Bantuan Rp 1 Juta

Dengan demikian, lanjut Arsyad, total anggota jemaah Indonesia yang menjadi korban meninggal pada musibah crane roboh menjadi 12 orang dan korban cedera mencapai 42 orang.

Empat diantaranya yang meninggal merupakan jemaah asal Sumatera Utara. Selain Janiro G Siregar, tiga jemaah lainnya adalah Safarani binti Baharuddin Abdullah (50), serta Paimin Dalio Abdullah (57), warga Medan Deli. Sementara satu lainnya Masnauli Sijuadil Hasibuan (59) asal Kabupaten Padanglawas (Palas). [Baca Juga: Tiga Jemaah Haji asal Sumut Meninggal, Dua dari Medan]

Meski Kendati demikian, lanjut dia, PPIH bersama tim DVI (Disaster Victim Identification) Mabes Polri tetap akan mencocokkan sampel DNA dari keluarga korban untuk memastikan jenazah Janiro ada dalam daftar korban yang dibawa ke pemulasaraan mayat, Al Muashim.

“Tadi pagi kami (Polri) telah mengambil sampel DNA dari anak dan kakak kandung, serta suami korban,” kata Kepala Tim DVI Kombes Polisi Muhammad Masudi menambahkan.

Baca Juga:  Hari Ini, SBY Tiba di Medan

Ia berharap dalam waktu cepat, bisa ditemukan kecocokan sampel DNA korban dengan keluarganya, mengingat masih ada data DNA korban crane di Al Muashim yang belum teridentifikasi.

“Di sana (Al Muashim) ada jasad jenazah yang sudah tidak utuh dan perlu dipastikan mana yang mirip (dengan DNA) Janiro, meski semua jenazah kini sudah dikuburkan. DNA hanya menjadi pembanding dari yang mereka miliki,” kata Arsyad menambahkan.

Arsyad bilang, masih ada dua orang korban crane yang masih dirawat di Rumah Sakit Al-Jaheer di Mekkah, yaitu Tri Murti Ali (PDG 03) dan Isnaini Fajariah (SUB 21).

Diketahui, pada 11 September 2015 sebuah crane roboh di Masjidil Haram, akibat angin kencang dan hujat lebat yang melanda Mekkah kala itu. Peristiwa itu menyebabkan ratusan korban meninggal dan cedera dari berbagai negara, termasuk Indonesia. [ded]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up