Home / BINJAI / SUMUT / Jatah Pupuk Bersubsidi Di Kurangi 400 Hektar Lahan Pertanian Di Bakti Karya Binjai Terancam Panen

Jatah Pupuk Bersubsidi Di Kurangi 400 Hektar Lahan Pertanian Di Bakti Karya Binjai Terancam Panen


EDISIMEDAN.COMN,BINJAI – Para petani di Binjai Selatan mengeluhkan kebijakan distributor (penyalur) yang mengurangi jatah pupuk bersubsidi di tempat mereka. Mereka khawatir dengan tidak adanya ketersediaan pupuk membuat hasil panen mereka tahun ini menjadi gagal.

 

“Ini petani di tempat kita sekarang semuanya sudah ribut karena jatah pupuk dikurangi lebih dari hampir separoh dari kuota yang seharusnya bisa diterima,” kata Dejon Sembiring selaku Bendahara KSU (Koperasi Serba Usaha) Mekar Jaya di Kecamatan Binjai Selatan, Rabu (10/11/2021) siang.

 

Dijelaskan Dejon, pihaknya sudah mempertanyakan soal berkurangnya jatah pupuk yang diterima para petani di Binjai Selatan ke pihak distributor. Namun tetap saja tidak mendapat kepastian apakah pupuk dapat disalurkan sesuai kuota.

 

“Kami sudah melaporkan hal ini ke pemerintah terkait, dalam hal ini Dinas Pertanian untuk dicarikan solusinya. Karena kalau tidak ada pupuk bagaimana dengan nasib petani kami disini,” sebutnya.

Baca Juga:  Pengurus Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (PERGATSI) Karo Periode 2018 -2022 Dilantik

Dejon menduga kelangkaan pupuk di tempat mereka akibat ulah para penyalur nakal yang sengaja tidak membagikan secara rata pupuk bersubsidi. Dejon meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas terkait kelangkaan pupuk bersubsidi di Binjai Selatan.

 

“Kita minta aparat penegak hukum untuk mengusut secara tuntas. Agar tidak ada lagi yang berani-berani memainkan pupuk bersubsidi untuk mencari keuntungan pribadi,” ujarnya.

 

Hal senada juga disampaikan Koordinator KSU Mekar Jaya, M Adnan. Kata dia seharusnya tahun ini berdasarkan Rekapitulasi Kebutuhan Pupuk Bersubsidi (RKPB) petani mereka mendapat jatah pupuk jenis Orea sebanyak 45 ton. Sementara hingga sampai mendekati akhir tahun mereka baru memperoleh 20 ton.

 

“Luas areal pertanian kita ada sekitar lebih kurang 400 hektar. Tapi pupuk orea yang kita terima baru ada 20 ton. Jadi bagaimana kami bisa membagikannya kepada petani,” katanya.

Baca Juga:  Masa Pencarian Korban KM Sinar Bangun Diperpanjang

 

Begitu juga dengan jatah pupuk jenis Ponskha. Dimana, kata Adnan, tahun ini mereka seharusnya mendapat jatah sebanyak 54 ton.

 

“Tapi yang baru masuk paling cuma ada 10 ton. Kami mau nebus yang 30 ton lagi malah gak dikasi, mereka bilang bisanya cuma 5 ton. Makanya kami pening,” ujarnya.

 

Kata Adnan, pihaknya sudah berulang kali minta kepada distributor untuk memberikan jatah pupuk sesuai kebutuhan dan luas areal pertanian mereka. Adapun dua nama perusahaan distributor (penyalur) pupuk bersubsidi di tempat mereka yakni untuk pupuk Ponska adalah CV Riardi Mandiri dan pupuk jenis Orea yakni CV Andika Pratama.

 

“Jawaban mereka tetap sama gak bisa. Karena kata mereka kami terlambat membuat laporan sehingga pupuknya di alihkan ke tempat lain,” ujarnya.

Baca Juga:  Bank Sumut Akui Berikan CSR Untuk Rehab Kantor Dekranasda Sumut

 

Terpisah Kasi pupuk Dinas Pertanian Kota Binjai Budiman kepada EDISIMEDAN.COM,Rabu,(10/11) sore , sebut pihaknya telah adakan pertemuan pihak Mekar Jaya dengan pihak distributor kemarin di kantor Dinas Pertanian.

 

“Tidak dikurangi cuma tidak semua SK dipenuhi pihak provinsi, nanti jika progres mereka tinggi baru di tambah. Kuota mereka tidak akan berkurang tahun 2022 ┬átergantung agresifitas mereka ,”ujar Budiman membela diri.(op)

Terkait


Berita Terbaru