Jelang Pemilu, Pertamina MOR I Apel Siaga Dari Sabang Hingga Natuna

29

EDISIMEDAN.COM, MEDAN:  Tujuh hari jelang Pemilihan Umum Presiden dan Legislatif yang ditetapkan pada 17 April 2019, PT Pertamina (Persero) menggelar Apel Siaga untuk mengantisipasi gangguan terhadap sarana dan fasilitas Pertamina. Sehingga memastikan keamanan pasokan BBM dan LPG di seluruh wilayah Indonesia.

Apel siaga ini turut digelar oleh Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I yang dipimpin langsung oleh Direktur Pemasaran Korporat, Basuki Trikora Putra. Apel dilaksanakan di Terminal BBM (TBBM) Instalasi Medan Group (IMG) pada Rabu (10/4) bersama tim manajemen MOR I, pekerja TBBM Medan Group, serta perwakilan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Medan.

Dalam sambutannya, Basuki mengungkapkan Pemilu merupakan agenda nasional yang harus didukung bersama. “Seluruh pekerja Pertamina dan juga mitra kerja baik yang di kantor region maupun area operasional seperti TBBM, Terminal LPG, DPPU serta Lembaga Penyalur agar tetap melakukan kegiatan operasional Pertamina dengan sebaik-baiknya,” pesan Basuki.

Pertamina, lanjut Basuki, juga meningkatkan kewaspadaan dan keamanan melalui koordinasi dengan aparat terkait seperti TNI / Polri. “Untuk itu, pekerja Pertamina harus menjaga kesehatan fisik, mental dan lingkungan kerja agar tetap kondusif,” ujarnya.

Selain di TBBM IMG, apel siaga juga serentak dilaksanakan pada Kamis (11/4) di unit operasi Pertamina MOR I dari Sabang hingga Natuna. Sebanyak 18 TBBM bersama mitra TNI dan Polri, melakukan apel serupa. Termasuk di wilayah terpencil seperti TBBM Teluk Kabil, TBBM Gunung Sitoli, TBBM Tanjung Uban dan TBBM Simeulue.

Sementara itu Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menyatakan, Pertamina telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemilu sejak 18 Februari 2019 yang bekerja 24 jam untuk memastikan keamanan stok dan suplai BBM serta LPG, sehingga mendukung kelancaran Pemilu yang aman dan damai.

“Satgas Pemilu ini merupakan yang pertama kali, karena pelaksanaan Pemilu serentak dan gabungan juga baru pertama kali dalam sejarah Indonesia,” katanya.

Fajriyah menambahkan, selain memastikan pasokan dan penyaluran BBM dan LPG, Pertamina telah berkoordinasi dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk memastikan keamanan di seluruh sarana dan fasilitas operasi Pertamina yang merupakan Objek Vital Nasional.

“Kesiapan dan pasokan energi menjadi hal strategis yang harus tetap kita amankan. Pertamina akan didukung penuh penuh oleh Polri dan TNI,” tegas Fajriyah.

Satgas Pemilu, lanjut Fajriyah, melibatkan Kantor Pusat, Unit Bisnis, Unit Operasi dan Anak Perusahaan di seluruh Indonesia. Satgas ini akan bekerja hingga akhir April 2019, untuk memastikan kebutuhan energi selama proses Pemilu hingga rekapitulasi penghitungan suara terpenuhi dengan baik.

“Kita sama – sama harus memahami bahwa Pertamina adalah BUMN yang menjadi andalan negara, baik dalam menjaga ketahanan energi nasional maupun pendapatan negara, pajak dan sebagainya,” tandas Fajriyah. (Mahbubah Lubis)

 

 

Apa Tanggapan Anda?