Home / NEWSSUMUT / Jembatan Peninggalan Zaman Belanda di Kutabuluh Butuh Perbaikan

Jembatan Peninggalan Zaman Belanda di Kutabuluh Butuh Perbaikan


Jembatan Telagah yang berdiri sejak zaman Belanda tepatnya di Desa Bintang Meriah, Kecamatan Kutabuluh, Kabupaten Karo mulai ambruk setelah terus-menerus tergerus air hujan dan termakan usia.  

EDISIMEDAN.com, KARO-  Jembatan Telagah yang berdiri sejak zaman Belanda tepatnya di Desa Bintang Meriah, Kecamatan Kutabuluh, Kabupaten Karo mulai ambruk setelah terus-menerus tergerus air hujan dan termakan usia.

Sejak dibangun 80 tahun yang lalu, tak pernah disentuh Pemerintah kabupaten Karo. Padahal, jembatan Telagah yang nyarsi putus ini merupakan akses utama penghubung antar Kecamatan Kutabuluh dan Tiganderket.

Tanggul penahan dibagian kiri dan kanan jembatan tua ini tampak pecah akibat digerus air hujan. Bahkan lebar jembatan hanya seluas 3,5 meter, yang hanya bisa dilintasi 1 kendaraan roda empat.

“ Sejak dibangun pemerintah kolonial Belanda, jembatan ini gak pernah disentuh Pemerintah Daerah Karo. Padahal jembatan ini juga termasuk salah satu akses jalur evakuasi bilamana terjadi erupsi gunung Sinabung. Dari jalur ini warga dapat menyelamatkan diri menuju Desa Perbesi Kecamatan Tigabinanga,”ujar salah seorang warga Desa Bintang Meriah Daris Kaban (35), Senin (30/7/2018).

Baca Juga:  Proyek Pemkab Labuhanbatu, Pekerjaan Kurang Pembayaran Lebih

Dikatakannya, setiap tahun usulan perbaikan jembatan era Belanda ini telah diusulkan di Musrenbang Desa yang dihadiri Camat, anggota legislatif dan Forkopimca. Namun hingga sekarang, belum ada tanda-tanda adanya perbaikan.

Padahal, lebih lanjut dikatakan Kaban, memasuki musim panen komoditi pertanian seperti jagung, jeruk dan hasil pertanian lainnya. Jembatan tersebut juga menjadi akses utama kendaraan pengangkut hasil pertanian warga untuk dibawa ke pasar.

“Kami berharap, Pemerintah Kabupaten Karo dapat merealisasikan usulan warga. Jangan menunggu putus dan memakan korban jiwa baru diperbaiki. Seharusnya pihak pemerintah daerah jangan tutup mata dan diam saja terhadap aset daerah yang dibangun pada zaman Belanda,”sebutnya.

Sebab keretakan di bagian pondasi tiang tentunya akan semakin besar melihat debit air sungai ketika meluap dan jika tergerus air hujan. Belum lagi di tembok pembatas jembatan sudah mulai putus dan berakibat roboh.

Baca Juga:  Bacaleg Partai Berkarya Binjai Sedekahkan Rp 10 Juta dari Gajinya untuk Warga Miskin

Menanggapi hal itu, Dinas PUPR Pemkab Karo Bidang Bina Marga (Jalan dan Jembatan)  ketika disambangi di kantornya tidak berada di tempat. “Bapak Kadis dan beberapa Kabid dan Kasienya sedang berada di Batam. Baru tadi siang berangkat, mungkin hari Kamis baru ada,”ujar salah seorang pegawai. (Anita)

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up