Home / NEWS / Jokowi Bakal Naikkan BBM, Kata Kepala Ekonom RBS

Jokowi Bakal Naikkan BBM, Kata Kepala Ekonom RBS


JAKARTA| Kepala Ekonom The Royal Bank of Scotland (RBS) Asia Tenggara, Vaninder Singh percaya, jika pemerintahan Jokowi-JK akan mengambil kebijakan untuk menaikkan harga BBM bersubsidi dalam waktu dekat.

“ami percaya kenaikan harga BBM subsidi akan dilaksanakan akhir tahun 2014, walaupun persentansenya kecil sekira 10 persen. Padahal idealnya 20 persen,” kata dia dalam pesan elektroniknya Jakarta, seperti ditulis Selasa (7/10/2014)

Sementara untuk jangka panjang, Singh berharap, Jokowi dapat kembali meningkatkan harga BBM sehingga semakin besar memperoleh ruang fiskal atau penghematan yang dapat digunakan untuk sektor-sektor lebih produktif, salah satunya infrastruktur.

“Harga BBM subsidi diharapkan akan meningkat lagi ke depan. Untuk mencapai agenda (program) Jokowi seperti menggenjot pembangunan infrastruktur,” terang dia.

Ia mengimbau Jokowi konsen dengan program infrastruktur di sektor logistik dan transportasi. Hal ini dimaksudkan demi pengurangan ongkos logistik di Indonesia maupun peningkatan fasilitas angkutan umum.

Baca Juga:  Laporan Penghinaan Presiden Ditangani Subdit II Ditreskrimsus Polda Sumut

“Permintaan sangat besar pada layanan berbasis logistik. Jadi fokus di sana,” ucap Singh.

Sebelumnya, Singh menyebut tiga prioritas utama pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla usai mengucap sumpah jabatan, antara lain efisien sistem pemerintahan, subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan infrastruktur.

“Pertama, Jokowi perlu memperbaiki sistem pemerintahan yang sudah berjalan karena selama ini kurang efisien. Birokrasi Kementerian/Lembaga ditata ulang agar tidak tumpang tindih. Ini sesuai janji Pak Jokowi,” kata dia.

Hal kedua, tambah dia, dengan mengurangi subsidi BBM. Langkah ini, sambungnya, dapat menekan beban subsidi yang menyebabkan defisit pada anggaran negara.

Selain itu, diakuinya, hal ketiga menyangkut infrastruktur. Peningkatan porsi infrastruktur akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Apalagi para pelaku ekonomi sedang mengamati prospek pertumbuhan Indonesia di bawah pemerintahan Jokowi. [bbs/ray]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up