Jokowi Dukung Peremajaan 350 Ribu Hektar Sawit di Sumut

0
54
Presiden Jokowi menanam pohon kelapa sawit pada Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Desa Kota Tengah, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Senin (27/11/2017). [edisimedan.com/istimewa]

EDISIMEDAN.com, SERDANGBEDAGAI – Presiden Joko Widodo mendukung Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) seluas 350 hektar di Sumatera Utara. Menurutnya, sebagai produsen kelapa sawit besar, Indonesia harus terdepan dalam pengelolaan.

Dukungan tersebut secara simbolis dilakukan dengan menanam pohon kelapa sawit di Desa Kota Tengah, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara, Senin (27/11/2017).

Presiden mengatakan, saat ini program PSR di Sumut, sebanyak 9.109 hektare akan diremajakan. Sementara dari luas sawit rakyat di Sumut saat ini 470 ribu hektare, yang perlu peremajaan sebanyak 350 ribu hektar.

Menurut Jokowi, tidak berlebihan jika sawit disebut emas hijau bagi Indonesia. Soalnya Indonesia memproduksi bahan baku untuk sabun, kosmetik, minyak goreng, margarin, industri kulit untuk farmasi yang semuanya itu berasal dari kelapa sawit.

Dan sekarang juga sudah dimulai kelapa sawit untuk bahan baku bagi produksi bio diesel.

“Untuk menjadi produsen kelapa sawit besar, kita harus menjadi yang terdepan dalam pengelolaan. Yang kita lemah di sini, pengelolaannya yang perlu kita perbaiki semua. Kita harus kerja keras,” sebut Jokowi.

Jokowi mengatakan, dirinya sudah memerintahkan Menteri Koordinator Perekonomian memberikan bantuan untuk program PSR. Hal ini dalam upaya menggenjot jumlah produksi tandan buah segar (TBS) sawit per-tahun milik masyarakat yang cenderung berada tiga kali lipat lebih sedikit dari milik swasta atau kurang dari 10 ton per-tahun.

BACA JUGA

“Memang membutuhkan biaya besar, tetapi memang harus kita kerjakan, apakah dengan skema kredit, entah dengan skema KUR. Kalau tidak kita akan kalah dengan negara lain,” ucapnya.

Jokowi didampingi Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi bersama Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Bupati Sergai Soekirman. [ded]

Apa Pendapat Anda?