Jokowi-JK-Lafran Pane dan Munas X KAHMI |OPINI

416

Presiden Jokowi menerima pengurus KAHMI yang dipimpin Ketuanya Moh Mahfud MD di Istana Merdeka, Jumat (3/11/2017). [foto: setkab]
Kita diminta untuk mulai lagi mempersiapkan rencana pengusulan untuk tahun berikutnya dan perkuat data, dan dokmen yang diperlukan. Saya mendapat kebagian tugas untuk berkoordinasi terus dengan pihak Kemensos dalam proses-proses berikutnya.

Di sini sikap Bang Akbar jelas dan begitu juga sikap Tim Kahmi sama dan sebangun. Tidak ada istilah mengemis apalagi ngeles. Memang kita menyadari situasi politik negara ini tidak menguntungkan bagi ummat Islam dan juga Alumni HMI.

Tim Kahmi yakin ini hanya persoalan pertimbangan politik saja, sebab kalau pertimbangan persyaratan sudah dipenuhi sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2009 Tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, dan dalam pelaksanaannya diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 Tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Antiklimaksnya kita ketahui bersama, pada saat rombongan MN Kahmi dan seluruh MW Kahmi hari Jumat 3 November 2017, diterima Presiden Jokowi di Istana Negara pukul 14.00 WIB.

Koordinator Presidium MN KAHMI melaporkan bahwa Munas KAHMI akan dibuka Wakil Presiden karena Presidedn sudah punya agenda lain, dan menyampaikan tentang usulan calon Pahlawan Nasional Prof Lafran Pane.

Secara detail bang Akbar bercerita secara runtut dan kronologis peran serta dalam masa kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan dengan pemikiran-pemikirannya yang visioner. Terlihat Presiden Jokowi serius mendengarnya. Padahal apa yang disampaikan bang Akbar sudah disampaikan kepada Presiden secara tertulis oleh MN Kahmi dan dari sumber dipercaya sudah naik ke meja kerja Presiden. Apakah Presiden sudah membacanya, hanya beliaulah yang tahu.

Akhirnya ada dua hal penting dihasilkan dalam pertemuan tersebut yaitu: Presiden menambahkan lagi 1 orang Pahlawan Nasional atas nama Prof Lafran Pane sehingga total menjadi 4 orang. Dan kedua, beliau yang ingin langsung membuka Munas X Kahmi.

Dengan kebijakan Presiden tersebut, maka Wapres Pak JK tidak jadi membuka Munas X Kahmi. Tentunya Pak JK juga turut senang Pak Jokowi yang membuka Munas karena sebagai alumni HMI dan Ketua Dewan Kode Etik MN Kahmi tentu merupakan suatu penghormatan kepada Alumni HMI yang bernaung di Kahmi.

Pak JK akan hadir untuk acara penutupan Munas Sabtu malam tanggal 19 November 2017 dan Minggu paginya mengikuti Gerak Jalan Santai Nasional yang dihadiri sekitar 10.000 alumni HMI. [BACA HALAMAN SELANJUTNYA: Momentum Munas Kahmi]

Apa Tanggapan Anda?