Jokowi-JK-Lafran Pane dan Munas X KAHMI |OPINI

409

Forum Munas KAHMI diharapkan berkontribusi untuk turut menguraikan benang kusut persoalan pemerintah dan masyarakat. Lakukan pemetaan masalah secara jernih, jujur, terbuka, dan objektif, dan berikan alternatif solusi.

Demikian juga pemetaan terhadap posisi hubungan pemerintah dengan Ummat Islam dan bagimana sebaiknya pemerintah bersikap dengan adil dengan semua kelompok masyarakat. Alumni HMI yang jumlah cukup besar dan merata hampir di semua sektor, tentunya dalam merumuskan kebijakan memperhatikan hal-hal yang direkomendasikan oleh forum Munas KAHMI, demi untuk kepentingan dan keberlanjutan NKRI.

Peran Presidium MN KAHMI mendatang ini sangat berat, terutama menghadapi tahun Pilkada dan Pemilu. Hal ini juga sudah tergambar dari 35 kandidat yang sudah di saring Panitia Seleksi, dan lebih dari 50% diantaranya adalah para politisi. Tentu dari partai yang berbeda-beda.

Tidak bisa dihindari akan terjadi tarikan kepentingan dari berbagai arah yang berbeda. Akibatnya bukan terhimpunnya potensi kekuatan convergen tetapi menjadi kekuatan yang divergen.

Kehadiran para politisi suatu keniscayaan. Tetapi marilah kita gunakan konsep di HMI dulu yaitu konsep ICO. Konsep ini adalah bahwa Input HMI dan juga KAHMI tentu bermacam-macam. Keberagaman ini pada posisi di Presidium Kahmi harus diconvergensikan dengan baik.

Tinggalkan kepentingan–kepentingan sesaat yang menimbulkan divergent. Rumuskan formulasi kebijakannya sehingga menghasilkan kebijakan-kebijakan sebagai out-put yang menjadi solusi efektif bagi semua stakeholder terkait.

Pakta integritas menjadi penting, dan substansinya adalah dalam kerangka konsep ICO di atas. Mereka bacakan di forum Munas pada saat dikukuhkan sebagai Presidum MN Kahmi untuk 5 tahun mendatang.

Kehadiran Presiden Jokowi untuk membuka Munas, dan pengukuhan Prof Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional bukanlah sebagai alat bargaining politik. Hal itu tidak boleh terjadi, dan harus dicegah kalau ada upaya ke arah hal tersebut.

Caranya bagaimana. Tidak sulit, ikuti terus semua proses rapat-rapat komisi dan rapat pleno, bagaimana dinamika yang berlangsung.

Jika lebih banyak peserta berada di luar arena Munas mengadakan lobby-lobby dengan calon presidium, dan sidang-sidang komisi berlangsung tanpa proses berfikir yang substantif, bahkan terdengar suara yang menyatakan pas-pas dan segera tokok palu.

Hal itu sudah sebagai tanda produk Munas hanya berupa pepesan kosong, dengan redaksi bahasa tinggi yang abstraks dan sudah dipersiapkan sebelum Munas.

Jika hal seperti itu yang terjadi, tentu almarhum Prof Drs Lafran Pane tidak akan tenang dan bahkan menangis di alam barzah. Beliau akan terpukul berat dan memegang erat lencana Pahlawan Nasional dalam genggamannya untuk dikembalikan kepada Negara.

Akhir cerita, Munas X KAHMI ditutup oleh Wakil Presiden, dan Presidium MN KAHMI terpilih sibuk meladeni ucapan selamat, dan mungkin juga sibuk membantu mengurusi kepulangan MW dan MD Kahmi ke masing-masing asalnya. Karena sudah penat dua hari penuh Munas, maka Minggu pagi olahraga gerak jalan oleh KFJS yang dihadiri dengan ribuan peserta menjadi upaya relaksasi yang murah meriah.

Dalam bulan November ini juga, para 9 Presidium (tidak ada hubungannya dengan 9 Naga), menyusun kepengurusan dan di kantong mereka telah penuh dengan nama-nama calon yang meminta duduk sebagai pengurus. Maka terbentuklah kepengurusan MN KAHMI yang jumlahnya mungkin bisa ratusan orang. Maka untuk beberapa saat, Jalan Turi 1 Nomor 14 Kebayoran Baru akan ramai.

Chazali H Situmorang
Ketum HMI Cabang Medan 1980 – 1981
Cibubur, 10 November 2017

 

Apa Tanggapan Anda?