Jusuf Kalla Tutup Munas KAHMI

85
MUNAS KAHMI. Wapres Jusuf Kalla foto bersama usai menutup Munas ke-10 KAHMI di halaman Istana Maimun Medan, Minggu (19/11/2017). Hadir dalam kesempatan itu, Mendikbud RI, Muhadjir Effendy, anggota DPR RI dan DPD RI, Ketua Presedium Majelis Nasional Kahmi 2012-2017, Mahfud MD dan para senior KAHMI, Presidium Majelis Nasional KAHMI yang baru terpilih 2017-2022 dan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi.

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Wakil Presiden Jusuf Kalla menutup Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHM) di halaman Istana Maimun Medan, Minggu (19/11/2017).

Dalam sambutannya, Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa kemajuan bangsa dengan mewujudkan cita-cita yakni menciptakan masyarakat yang adil dan makmur harus diupayakan dengan kerja keras. Sebab, tidak ada cita-cita yang dapat direalisasikan tanpa usaha yang dilakukan dengan baik.

“Tidak terasa KAHMI sudah berusia 50 tahun. KAHMI terdiri dari berbagai unsur, ada birokrat, akademisi, ada pengusaha, ada profesional, tentara, polisi dan sebagainya. Pada umumnya semua mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujar Jusuf Kalla saat memberikan sambutan.

Dalam kesempatan itu, Wapres mengingatkan bahwa KAHMI harus kembali mengingat tujuan HMI yakni membina insan akademis pencitra dan pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terlaksananya bangsa yang adil makmur dan dirahmati Allah.

“Makanya, saya harapkan alumi kita yang besar harus mengingat dan tetap konsekuen atas tujuan KAHMI menjadi tujuan kehidupan bagi semua,” terang Jusuf.

Wapres juga berpesan kepada Presedium Majelis Nasional KAHMI yang baru terpilih 2017-2022 agar dapat membuat KAHMI besar dan bersatu.

“Saya lihat dari daftar yang terpilih, alhamdulillah semuanya bhineka tunggal ika, berasal dari berbagai daerah, berbagai universitas. Saya harapkan presidium dapat memajukan KAHMI dengan sepenuh hati,” katanya.

Sementara itu, Presedium Majelis Nasional KAHMI yang baru terpilih 2017-2022, Kamarussamad mengatakan, setelah alumni berkiprah menjadi akademisi, politisi dan birokrat, inilah saatnya alumni mengambil bagian wirausaha.

Sebab, di bidang inilah nanti diharapkan dapat menjadi satu kekuatan baru bagi alumni HMI di bidang ekonomi.

“Dalam kebijakan nasional kita akan menambahkan pilar ke-4 yakni entrepreneurship menjadi program nasional 5 tahun yang akan datang,” ujar Kamarussamad.

Menurutnya, Majelis Nasional KAHMI jika ke daerah tidak hanya berbicara isu kebangsaan dan nasional, tapi juga akan berbicara mengenai forum bisnis.

“Kita harus mengubah mindset dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja,” pungkas Kamarussamad. [ded]

Apa Tanggapan Anda?