Home / LANGKATNEWS / Kader Ragukan Keabsahan Tandatangan Prabowo dalam SK Penetapan Pengurus Partai Gerindra Binjai

Kader Ragukan Keabsahan Tandatangan Prabowo dalam SK Penetapan Pengurus Partai Gerindra Binjai


Sejumlah kader Partai Gerindra memprotes penetapan kepengurusan DPC Gerindra Binjai yang baru dilantik di Pendopo Umar Baki , kota Binjai. Mereka meragukan keabsahan tandatangan Prabowo Subianto dalam SK penetapan pengurus DPC Partai Gerindra Binjai.

EDISIMEDAN.com, BINJAI- Sejumlah kader Partai Gerindra memprotes penetapan kepengurusan DPC Gerindra Binjai yang baru dilantik di Pendopo Umar Baki , kota Binjai. Mereka meragukan keabsahan tandatangan Prabowo Subianto dalam SK penetapan pengurus DPC Partai Gerindra Binjai.

Protes itu mereka lakukan dengan mendatangi Kantor KPU Kota Binjai pada Selasa (27/3/2018) kemarin. Diantara kader yang datang antara lain Irvan Pahala Manuel Siburian, mantan anggota DPRD Binjai Poster Pasaribu, Ferdinand Edward Ginting (tengkel) dan Rama Syahfitra . Mereka diterima Ketua KPU Binjai Herry Dani.

Dalam pertemuan dengan ketua KPU itu mereka mempertanyakan keabsahan SK yang diterima DPC Gerindra Binjai tersebut. Pasalnya, dari SK yang diterima, terlihat ada keanehan dan yang hal mencurigakan yaitu tandatangan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto .

Dalam satu lembar SK ada dua tandatangan pak Prabowo, namun tandatangan satu dengan yang kedua sangat berbeda, seakan-akan tanda tangan yang satunya bukan ditandatangani oleh pak Prabowo.

Baca Juga:  Pungli Supir Truk, Yusuf Diringkus

“ Kami curiga dengan SK tersebut dan mempertanyakan hal itu kepada ketua KPU Binjai ,”kata kader Gerindra Binjai Irvan Siburian kepada wartawan, Jum’at,(29/3)

Coba kita lihat di SK ini, selain tandatangan Ketua Umum Gerindra, tandatangan Sekjen juga berbeda dengan yang satunya. “apa jangan-jangan tandatangan yang satunya ditandatangani oleh lain orang.”tanyanya.

BACA JUGA 

Ahmad Muzani : Partai Besar Karena Kerja Keras Pengurus Ranting

Selain itu tanda tangan Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai Gerindra, H. Ahmad Muzani juga terlihat jauh berbeda.”Coba kita lihat di SK ini, selain tandatangan Ketua Umum Gerindra, tandatangan Sekjen juga berdebat dengan yang satunya, apa jangan-jangan tandatangan yang satunya ditandatangani oleh lain orang ,”pungkas Irvan kader Hambalang

“Saat kordinasi berlangsung, KPU Binjai memperlihatkan SK DPC Gerindra. Disitu kader terkejut melihat SK tersebut, sebab SK yang diberikan ke KPU belum ditandatangani dan masih dalam revisi. Itulah kenyataan yang ada, tanda tangan SK tersebut tidak ada, dan ini ditunjukkan langsung oleh pihak KPU kepada kader saat kita lakukan koordinasi kemarin,” terang Irvan.

Baca Juga:  Ustad Wijayanto dan Artis Alfin Habib di Gebyar Muharram 1440 H Binjai

Selain itu, tidak adanya unsur “pelangi” dalam kepengurusan membuat kader merasa Partai Gerindra tidak lagi merupakan partai nasionalis.

“Saya mantan Ketua Sayap Partai Kristen Indonesi Raya (KIRA) sangat kecewa dengan susunan pengurusan yang ada di DPC Partai Gerindra Binjai, sebab kita ketahui, tidak ada unsur “pelangi” di dalam kepengurusan. KIRA ternyata hanya simbolis nasional saja dianggap oleh DPC Gerindra Binjai,” paparnya.

Masih kata Irvan, selama 2 bulan kantor Gerindra Binjai dibuka, hingga kini tak ada aktifitas, kantor terlihat kosong dan kerap tutup.

“Padahal ini mau Pilkada serentak, seharusnya kantor ada aktifitas, bukan tutup tanpa ada aktifitas,” cetusnya.

Atas kejanggalan- kejanggalan yang ada dalam SK DPC Partai Gerindra Binjai, mereka meminta agar DPP Gerindra segera mengambil tindakan agar tak ada lagi kekisruhan antara sesama kader Gerindra.

Baca Juga:  Pembunuh Waria di Hotel 61 Dihadiahi 5 Peluru Tajam

Terpisah, Ketua KPU Binjai, Heri Dani mengatakan, terkait status kantor sekretariat partai Gerindra Binjai yang berada di jalan H. Agus Salim, nomor 12, Kelurahan Nangka, Kecamatan Binjai Utara, pihak KPU menerima laporan kalau keberadaan kantor tersebut berstatus sewa dan hal tersebut dikuatkan dengan adanya surat notaris perihal sewa menyewa dan dilengkapi dengan materai.

“Saat kami lakukan verifikasi, status kantor Gerindra tersebut memang sewa, jadi kalau ada indikasi penipuan atau pemalsuan berkas, itu hak kepolisian yang melakukan penyelidikannya, KPU hanya sebatas verifikasi,” jelas Heri.

Terkait hal tersebut diatas ketua DPD Gerindra Binjai Agus Supriantono ketika akan di temui di kantor Gerindra Binjai tidak berada di kantornya. [op]

Terkait


Berita Terbaru