Home / NEWS / Kadisbudpar Sumut: “Penutup Kepala Jokowi untuk Karnaval, bukan Acara Adat Batak”

Kadisbudpar Sumut: “Penutup Kepala Jokowi untuk Karnaval, bukan Acara Adat Batak”


Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara Elisa Marbun menegaskan, Talitali (penutup kepala) yang dikenakan Jokowi murni untuk perayaan karnaval, bukan untuk acara adat Batak Toba.

EDISIMEDAN.com, MEDAN – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara Elisa Marbun menegaskan, Talitali (penutup kepala) yang dikenakan Jokowi  murni untuk perayaan karnaval, bukan untuk acara adat Batak Toba.

Penegasan ini sebagai jawaban atas sejumlah kritik mengenai ‘Talitali’ yang dipakai Presiden Jokowi pada  karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba 2016 di Balige, Toba Samosir, Minggu (21/8/2016) lalu.

“Kami sudah terlebih dulu melakukan konsultasi kepada tiga Penenun ulos di tanah Batak Toba yakni penenun dari Silindung, Toba dan Samosir,” ujar Elisa lewat siaran pers, Selasa (22/8/2016).

Berikut klarifikasi lengkap Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumut:

Terkait sejumlah kritikan kepada Tali–tali yang dikenakan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada acara Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba pada hari Minggu 21 Agustus 2016 di Balige Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara Drs Elisa Marbun, MSi menegaskan, “Tali–tali yang dikenakan oleh Bapak Presiden Joko Widodo murni untuk perayaan Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba bukan untuk acara Adat Batak Toba.

Baca Juga:  Bawa Sabu, Petani Ini Diringkus Polisi

Terkait  masalah Tali–tali yang dikenakan Presiden Republik Indonesia, kami sudah terlebih dulu melakukan Konsultasi kepada 3 (tiga) Penenun Ulos di Tanah Batak Toba yakni penenun dari Silindung, Toba dan Samosir.

Ketiga penenun Ulos tersebut merupakan penenun yang sudah terkenal di Kawasan di tiga Daerah tersebut. Bahkan mereka sudah sering membuat tenunan seperti yang dikenakan Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kepada pejabat–pejabat lain untuk dikenakan dalam acara Budaya maupun acara Karnaval.

Para penenun Ulos tersebut juga selama ini sudah paham akan penggunaan pemakaian Tali – tali kepada sejumlah Pejabat selama ini khususnya untuk kegiatan acara Karnaval seperti yang dikenakan Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Jadi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa Tali–tali yang dikenakan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bukan untuk acara adat melainkan untuk acara karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba.

Baca Juga:  Jokowi Datangi Pedagang Aksara yang Pernah Hadang Ibu Negara

Mengenai kritikan dari sejumlah yang mengaku sebagai Tokoh adat dari Tanah Batak Toba agar dapat menerima dan mengerti Tali–tali yang dikenakan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bukan untuk acara adat melainkan untuk acara Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba.

BACA JUGA
Penutup Kepala Jokowi Mirip Blonde Wig Lady Gaga, Kemenpar: Itu Sartoli

Tali–tali yang dikenakan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sudah menghimpun dari 3 (tiga) kampung penenun Ulos. Mereka inilah penenun asli Ulos Tapanuli yang sudah berusia 80 an tahun.

Dalam hal ini ada panjang di rambe–rambe dan sebagian lagi ada pendek itu boleh saja menurut penenun Ulos. Namun yang penting itu sesuai dengan dasar daripada bentuk Ulos yang dibuat Tali–tali dengan tidak menghilangkan makna dari Ulos seperti warna hitam, putih, dan merah.

Baca Juga:  Jatah Kursi Golkar di Kabinet Jokowi-JK Bertambah, Grup Besar Golkar Kubu Siapa?

Jadi, Tali–tali yang dikenakan Presiden itu merupakan karya dari para pakar Ulos di tiga daerah tersebut, kalau Tali–talinya ada yang pendek dan panjang itu bisa–bisa saja. Tetapi harus mengerti pada acara Karnaval tersebut tidak ada acara adat atau Maha Rajaon (merajakan) seseorang.

Kalaupun ada suatu modifikasi itu bisa–bisa saja karena ini adalah acara Karnaval yang kadang bisa dimodifikasi tanpa menghilangkan makna arti Ulos dalam hal pemakaian Tali–tali di Kepala seorang pejabat tinggi Negara. [BACA HALAMAN SELANJUTNYA–>]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up