Kadishub Samosir Diperiksa Senin Depan Sebagai Tersangka

38
Mulai hari ini, Selasa (3/7/2018), proses pencarian korban penumpang dan bangkai Kapal Motor (KM) Sinar Bangun resmi dihentikan. Meski proses pencarian berhenti, namun tim Basarnas tetap akan menempatkan personilnya di kawasan perairan Danau Toba. [foto istimewa/AS]

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Kepala Dinas Perhubungan Samosir Nurdin Siahaan dijadwalkan baru akan diperiksa sebagai tersangka pada Senin, 9 Juli 2018 mendatang. Pemeriksaan akan digelar di Mapolda Sumatera Utara.

Kepastian ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja yang dikonfirmasi melalui seluler, Kamis (5/7/2018).

Tatan menjelaskan surat pemanggilan terhadap Nurdin Siahaan baru dilayangkan pada hari ini. Dijadwalkan pada hari Senin, Nurdin akan diperiksa sebagai tersangka.

“Suratnya udah dikirim, untuk pemanggilan hari Senin. Dikirim hari ini untuk (pemanggilan) hari Senin,” sebut Tatan.

Sebelumnya diberitakan, Nurdin Siahaan akan diperiksa pada pekan ini. Molornya pemeriksaan terhadap tersangka kata Tatan, lantaran penyidik masih membutuhkan keterangan tambahan sebelum memeriksa tersangka.

“Karena kemarin masih ada pemeriksaan tambahan untuk saksi-saksi,” urainya.

Kadishub Samosir Nurdin Siahaan ditetapkan sebagai tersangka usai gelar perkara yang dilakukan penyidik dari Polda Sumut pada Selasa, 26 Juni 2018 kemarin. Dia ditetapkan sebagai tersangka setelah ada bukti permulaan yang cukup.

Selain NS ada empat tersangka lain dalam kasus kecelakaan kapal penumpang tersebut, yakni nakhoda KM Sinar Bangun berinisial TS, pegawai honor Dishub Samosir berinisial KN yang menjadi anggota Kepala Pos Pelabuhan Simanindo, Samosir, pegawai Dishub Samosir berinisial FP, dan Kabid Kepala Bidang Angkutan Sungai dan Danau Perairan Dishub Samosir berinisial RD.

Kelima tersangka tersebut dijerat dengan Undang Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran jo pasal 359 KUHP dengan hukuman 10 tahun dan denda Rp1,5 miliar. [ska]

Apa Tanggapan Anda?