Kasus Suap Kota Medan, Penyidik KPK Periksa Ekbang Kota Medan

41

EDISIMEDAN.COM, MEDAN- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi atas kasus suap di Pemko Medan. Kali ini KPK memeriksa‎ Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kota Medan, Khairul Syahnan di kantor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, Rabu (20/11/2019).

Pantauan,  Syahnan yang juga mantan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Medan itu datang dengan didampingi stafnya. ‎saat ini ia diperiksa sebagai saksi untuk Kepala Dinas Kadis PUPR Kota Medan nonaktif Isa Ansari, terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi suap, terkait proyek dan jabatan di Pemerintah Kota (Pemko) Medan 2019‎ hingga Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepada Walikota Medan nonaktif, Dzulmi Eldin.
Saat wartawan hendak mewancarai, Khairul berupaya menghindar. Bahkan Pelaksana tugas (Plt) Kadis PU Kota Medan ini mengaku hanya bertamu. Padahal, Syahnan diketahui turun dari lantai III Gedung BPKP Perwakilan Provinsi Sumut yang diketahui digunakan penyidik KPK untuk memeriksa para saksi dari pejabat Pemko Medan dan pihak swasta dalam kasus yang sama.
“Saya kemari bukan diperiksa KPK. Saya hanya bertamu, kok difoto-foto,” kilah Syahnan yang mengenakan pakaian dinas putih lengan pendek.
Menjawab pertanyaan wartawan terkait pemberian sejumlah uang kepada Walikota Medan nonaktif Dzulmi Eldin untuk perjalanan ke Jepang, Syahnan enggan menjawab.
Sesaat sebelum azan Zuhur, dia terlihat keluar dari ruangan untuk melaksanakan salat. Setelah itu, Syahnan langsung kembali masuk tanpa berucap sedikit pun.
Selain Syahnan, tak terlihat seorang pun saksi yang masuk atau keluar dari gedung BPKP Perwakilan Provinsi Sumatera Utara. Selain itu, wartawan juga tidak mendapatkan informasi dari KPK berapa orang dan siapa saja yang menjalani pemeriksaan.
tercatat sudah 23 saksi diperiksa‎ penyidik KPK. Di hari pertama, Senin (18/11) 14 orang terdiri dari pejabat eselon II Pemko Medan menjalani pemeriksaan yaitu Muhammad Husni, Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan;‎ Renward Parapat, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Medan; Zulkarnain, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Medan;‎ Agus Suriyono, Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan; Suryadi Panjaitan, Direktur RSUD dr Pringadi Kota Medan; Hasan  Basri, Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan.
Kemudian,‎ Armansyah Lubis, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Medan;‎ Emilia Lubis, Kadis Ketahanan Pangan Kota Medan Ikhsan Risyad Marbun, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan;‎ Beny Iskandar, Kadis Perumahan Kawasan Permukiman Dan Penataan Ruang Kota Medan; Suherman, Kepala Badan Pengelola Pajak Dan Retribusi Daerah Kota Medan; Iswar Lubis, Kadis Perhubungan Kota Medan; Edwin Effendi, Kadis Kesehatan Kota Medan dan Rusdi Sinuraya, Dirut PD Pasar Kota Medan‎.
Di hari kedua, Selasa (19/11), penyidik KPK memeriksa delapan saksi masing-masing‎ mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Syaiful Bahri yang kini Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Bangunan Kota Medan; Qamarul Fattah, Kepala Dinas Penanaman Modal & PTSP Kota Medan M. Sofyan, Kepala Satpol PP Kota Medan;‎ Muhammad Ridho, Kassubag Rumah Tangga Setda Kota Medan; Muhammad Andi Syahputra, Kabag Umum Setda Kota Medan; Muhammad Arbi Utama, ajudan Walikota Medan Dzulmi Eldin‎; Hafni Hanum, Istri Kadisdik Medan dan Fairus Fendra alias Makte, swasta. (Mahbubah Lubis)

 

Apa Tanggapan Anda?