Home / NEWSSUMUT / Keberadaan Orang Asing di Tanjungbalai-Asahan Akan Diawasi Ketat

Keberadaan Orang Asing di Tanjungbalai-Asahan Akan Diawasi Ketat


ARAHAN - Kepala Kantor Keimigrasian klas II Tanjung Balai - Asahan memberikan arahan pengurusan paspor di kantor Unit Layanan Paspor (ULP) Rantauprapat (EdisiMedan/julian)

EDISIMEDAN.com, RANTAUPRAPAT- Kantor Keimigrasian klas II Tanjung Balai – Asahan akan memantau secara ketat keberadaan Orang Asing di Kodya Tanjung Balai, Asahan, Batu Bara, Labura, Labusel dan Labuhanbatu. Bahkan, hingga ke masing-masing kecamatan.

“Saat ini menjadi perbincangan hangat tentang Perpres 20 tahun 2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing (TKA),” ungkap Kepala Kantor Keimigrasian klas II Tanjung Balai – Asahan, Huntal H Hutauruk, Senin (6/5/2018) di kantor Unit Layanan Paspor (ULP) Rantauprapat.

“TKA yang ada tidak semuanya bekerja secara resmi,” bebernya.

Sesuai data yang dimilikinya, kata Huntal sebanyak 80 ribu TKA yang bekerja secara resmi. Namun, kata dia, berdasarkan pengamatan pihaknya terindikasi kuat adanya TKA Ilegal.

“Di lapangan pasti ada yang bekerja secara tidak resmi,” imbuhnya.

Untuk mendata para orang asing tersebut, dia mengimbau warga agar melaporkan keberadaan orang asing di sekitarnya.

“Justru itu saya minta kita pekalah terhadap keberadaan orang asing di sekitar kita. Jika ada melakukan kegiatan agar melaporkan ke kantor Keimigrasian,” paparnya.

“Di kantor kita ada sekretariat Tim PORA (Pengawasan Orang Asing, red). Silahkan melaporkan saja,” urainya.

Di wilayah kerjanya, Kodya Tanjung Balai, Asahan, Batu Bara, Labura, Labusel dan Labuhanbatu sudah dibentuk TIM PORA.

Dan, pihaknya akan membentuk TIM PORA di seluruh kecamatan untuk mempermudah pendeteksian keberadaan orang asing.

Kata dia, orang asing yang ingin bekerja di Indonesia harus memenuhi sejumlah persyaratan-persyaratan. Diantaranya, memiliki RPTKA dari Dinas Tenaga Kerja, dan Visa tinggal terbatas yang dikeluarkan pihak Kantor keimigrasian.

Visa tersebut dilapor ke Kedutaan dan selanjutnya dikeluarkan izin tinggal terbatas untuk bekerja. “Itu mekanismenya,” tandasnya. [jul]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up