Kecewa dengan Manajemen, Suporter PSMS Merusuh Usai Pertandingan Lawan PSM

75
Kemenangan 3-1 PSMS Medan melawan PSM Makassar diwarnai aksi kericuhan antara suporter dengan pihak kepolisian usai pertandingan di Stadion Teladan Medan, Senin (23/7) malam.

EDISIMEDAN.com, MEDAN- Kemenangan 3-1 PSMS Medan melawan PSM Makassar diwarnai aksi kericuhan antara suporter dengan pihak kepolisian usai pertandingan di Stadion Teladan Medan, Senin (23/7) malam.

Dari informasi yang diperoleh bahwa, kericuhan tersebut terjadi setelah pertandingan selesai. Dimana, suporter yang berada di tribun Utara lapangan mencoba masuk ke tengah lapangan. Namun, dihalangi oleh pihak kepolisian.

Mendapat halangan tersebut, suporter yang merasa kesal kemudian melempar batu ke arah polisi, sehingga kericuhan pun pecah di dalam lapangan. Bahkan, informasi dari para suporter pihak kepolisian menembakan gas air mata untuk membubarkan para pendukung Ayam Kinantan tersebut.

Tidak terima dengan tindakan yang dilakukan pihak kepolisian tersebut, suporter PSMS Medan terus menyungsep masuk ke dalam lapangan sehingga kericuhan pun tidak bisa terelakkan. Tidak lama berselang akhirnya polisi berhasil membuat para suporter tersebut keluar dari tengah lapangan.

Tidak lama pasca kericuhan tersebut, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto langsung turun untuk melihat situasi di Stadion Teladan Medan. Dadang juga menghimbau kepada pendukung PSMS Medan dapat lebih mengendalikan diri dalam memberi dukungannya kepada PSMS Medan.

“Ini sebenarnya bukan kerusuhan tapi lebih kepada euforia kemenangan dari penonton yang puas PSMS menang atas lawannya. Fans senang karena menang, tapi sayangnya agak berlebihan,” kata Dadang di Stadion Teladan Medan didampingi Kapolsek Medan Kota Kompol Revi Nurvelani.

Dadang juga menjelaskan bahwa dirinya memaklumi ulah pendukung yang sempat kecewa atas kekalahan beruntun yang dialami Ayam Kinantan. Menurutnya, ada juga sekilas ungkapan kekesalan penonton terhadap PSMS.

“Tentu saja pendukung kecewa karena kekalahan beruntun kemarin, sehingga terjadi pengrusakan. Ini masih akan kita dalami dan lakukan rapat konsolidasi secepatnya,” pungkasnya.

Pasrah Tunggu Sanksi PSSI

Menanggapi aksi menyalakan flare dan kericuhan itu, manajemen Ayam Kinantan hanya bisa pasrah menanti sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

“Kita sudah maksimal tapi juga terjadi keributan. Kalau mereka kurang senang dengan manajemen ya silahkan datang baik-baik dan bicara. Mereka katanya sudah ada kirim surat tapi kita belum ada terima surat itu. Belum ada pernah masuk,” kata sekretaris PSMS, Julius Raja usai pertandingan.

Pria yang kerap disapa King ini juga yakin PSMS akan mendapatkan sanksi. Apabila Ayam Kinantan mendapat sanksi. Ini merupakan sanksi yang ketiga kali secara beruntun.

“Tapi kita berdoa sanksi ini hanya sebatas denda bukan partai usiran. Itu yang kita khawatirkan. Menang aja seperti ini apalagi kalah,” ucap King.

Sementara itu, akibat kericuhan antara oknum suporter dan polisi. Manajemen PSMS dipanggil pihak kepolisian dari Polrestabes Medan untuk mencari solusi untuk pertandingan kandang Ayam Kinantan selanjutnya di Stadion Teladan.

“Kami juga akan koordinasi dengan polisi agar ini dikeluarkan izin untuk menggelar pertandingan selanjutnya. Kalau kita tidak dapat izin kita akan rugi. Bakal main di partai usiran. Mari sama-sama kita jaga PSMS dan Stadion Teladan,” pungkas King. [ska]

Apa Tanggapan Anda?