Home / MEDAN TODAY / Kejagung Juga Tetapkan Eddy Sofyan Tersangka Bansos

Kejagung Juga Tetapkan Eddy Sofyan Tersangka Bansos


JAKARTA, EDISIMEDAN| Kejaksaan Agung tidak hanya menetapkan Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugoro sebagai tersangka kasus Bansos Sumut. Tetapi juga Eddy Sofyan, Kepala Badan Kesbangpol Pemprov Sumut.  

Penetapan Gatot dan Eddy sebagai tersangka ini dilakukan setelah tim penyidik mengadakan gelar perkara.

“Dari hasil ekspose disepakati kami menetapkan dua tersangka yaitu Gatot, Gubernur nonaktif Sumut, dan saudara Eddy Sofyan Kepala Badan Kesbanglinmas,” kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah di Kejagung, Jakarta, Senin (2/11/2015) malam.

Gatot ditetapkan sebagai tersangka karena dirinya dianggap tidak melakukan verifikasi terhadap para penerima dana hibah dan bansos tahun 2012-2013. Sementara Eddy dianggap turut membantu adanya penerima-penerima dana hibah siluman di Sumut.

“Anggaran sementara yang bisa ditemukan sekitar Rp2,2 miliar kerugian negaranya, dan ini nanti bisa berkembang lagi,” ujar Arminsyah.  [Baca Juga: Gatot Pujo Nugroho Resmi Tersangka Bansos Sumut]

Baca Juga:  Ratusan Lembaga Penerima Bansos di Sumut Diperiksa Kejagung

Diketahui, karir Eddy Sofyan sebagai PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara termasuk cemerlang. Dalam usia yang relatif muda, dia selalu mendapat kepercayaan untuk mengisi posisi vital.

Saat ini saja, Eddy Sofyan baru saja diangkat sebagai Penjabat (Pj) Walikota Pematangsiantar. Dia ditugaskan Menteri Dalam Negeri untuk mengisi kekosongan jabatan jelang pelaksanaan Pilkada serentak 9 Desember mendatang. Ditunjuk sebagai Pj Walikota bukan kali ini saja. Eddy juga pernah diangkat sebagai Pj Walikota Tebingtinggi.

Sebelum menjabat sebagai Kepala Badan Kesbangpol Pemprov Sumut, Eddy Sofyan juga pernah sempat menjabat Kepala Dinas (Kadis) Informasi dan Komunikasi (Infokom) Provsu.  Jabatan ini hampir lima tahun. Bahkan ketika beberapa kali tampuk pimpinan Gubernur Sumut berganti, posisi Eddy Sofyan selalu aman.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Oktober lalu, Eddy Sofyan juga pernah menjadi saksi dalam kasus serupa di KPK. Saat itu, Eddy diperiksa bersamaan dengan Plt Gubsu, Tengku Erry Nuradi.

Baca Juga:  Pemko Medan Ucapkan Terima Kasih Atas Penyaluran Zakat oleh Baznas Medan

Dalam kasus Bansos yang disidik Kejagung, Eddy Sofyan sempat membuat pernyataan tidak terlibat dalam kasus dugaan korupsi tersebut. Agustus 2015 lalu, dia berkilah, semua penerima Bansos Sumut sudah sesuai prosedur.

Namun diakuinya, hanya tinggal empat lembaga penerima dana Bantuan Sosial (Bansos) dan Hibah tahun anggaran (TA) 2012, yang belum menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPj).

Satu di antara lembaga tersebut adalah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) senilai Rp150 juta. Sisa lembaga penerima lainnya bernilai masing-masing Rp75 juta.

“Saya tak terlalu hafal ya nama-nama lembaganya. Tapi kalau di total tinggal Rp400 juta lagilah nilainya yang belum dikembalikan,” akunya. [ded]

Terkait


Berita Terbaru