Kejari Binjai Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Alat Peraga SD

164
Kajari Binjai Victor Antonius Saragih SH dan jajarannya. [istimewa]

EDISIMEDAN.com, BINJAI- ‎Tim penyidik  Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Pidsus Kejari) Binjai menetapkan delapan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat peraga Sekolah Dasar Tahun Anggaran 2011 lalu.

“Bahwa kita mulai tanggal 8 Oktober 2018 ini, menaikan status jadi penyidikan khusus dan menetapkan beberapa nama tersangka baru. Ada delapan tersangka baru,” jelas Kajari Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar didampingi Kasi Pidsus Asepte Gaulle Ginting, Kasi Intel Erwin Nasution dan Penyidik Lukas Sembiring di ruang kerjanya, Senin (8/10/2018).

Kedelapan tersangka itu, urai Victor, 3 orang berasal dari panitia pengadaan pelelangan dan 5 orang berasal dari panitia pemeriksa hasil pelelangan barang.
Menurut Kajari, surat perintah penyidikan (Sprindik) untuk kedelapan tersangka ini sudah diterbitkan oleh penyidik.

Kajari menambahkan, penetapan tersangka ini merupakan hasil perkembangan penyidikan baru hingga kesepakatan bersama dengan tim penyidik.

” Cukup inisialkan saja ya nama tersangkanya. Nanti Kasi Pidsus yang membeberkan inisialnya,” ujar mantan Kajari Kualatungkal ini.

Hasil kerugian negara berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut, hingga kini belum keluar. Menurut Kajari, hasil kerugian negara yang diaudit BPKP Sumut bakal keluar dalam waktu dekat ini.

Soalnya, kata Kajari, BPKP Sumut sudah menyambangi Kota Rambutan sebanyak dua kali.

“Sudah juga melakukan on the spot, koordinasi di lapangan, mendatangi pihak-pihak terkait seperti salah satunya panitia pemeriksa barang hasil pelelangan itu,” ujarnya.

Menurut dia, nominal pasti kerugian negara ini bakal terbit yang saat ini masih dalam penghitungan. Kata Kajari, tidak lama lagi akan selesai.

“Menunggu BPKP dalam finishing,” beber mantan Kasubdit Tipikor Jampidsus Kejagung ini.

Kasi Pidsus Kejari Binjai, Asepte Gaulle Ginting menambahkan, kedelapan tersangka itu berinisial masing-masing, Ketua Panitia Pengadaan Pelelangan berinisial JM, Sekretaris Panitia AB dan Anggota HS.

Sementara, untuk lima tersangka dari panitia pemeriksa hasil pengadaan pelel‎angan barang berinisia‎l RS, EN, AR, OA dan RSN. Menurut Asepte, tujuh tersangka baru diantaranya berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Sementara seorang lagi mantan ASN yang sudah pensiun.

Ditanya JM merupakan mantan ASN yang sudah pensiun, Asepte menolak menjawabnya dan hanya tersenyum.

‎”Penetapan tersangka ini berdasarkan adanya sedikit fakta baru yang ditambahkan lagi tim penyidik melakukan penggeledahan. Ditambah lagi adanya hasil temuan penyidik, BPKP dan LKPP. Kemudian juga dari kombinasi keterangan (saksi) yang ditambah keterangan penyidik,” timpal Kajari Binjai.

Kedelapan tersangka baru ini masing-masing pernah menjalani pemeriksaan oleh penyidik dengan berstatus saksi atau terperiksa. Disoal salah satu oknum ketua partai politik yang pernah menjalani pemeriksaan sebagai saksi, jawab Kajari, hingga kini status yang bersangkutan belum naik menjadi tersangka atau masih terperiksa.

“Setiap kali dipanggil, kawan-kawan media tahu (siapa saja saksi yang diperiksa),” tandasnya.

‎Diketahui, penyidik Kejari Binjai sudah menetapkan tiga tersangka dalam perkara dugaan korupsi pengadaan alat peraga sekolah dasar, yang sumber anggarannya dari Dana Alokasi Khusus dengan pagu senilai Rp 1,2 miliar.

Pengadaan tersebut dilakukan Dinas Pendidikan Kota Binjai. Modus korupsi yang dilakukan tersangka dengan cara menggelembungkan harga atau mark-up hingga pengadaannya fiktif.

Ketiga tersangka itu yakni, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Binjai‎ yang pernah menjabat Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan merangkap Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Binjai Ismail Ginting.

Bagus Bangun selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan rekanan pelaksana pengadaan barang Direktur CV Aida Cahaya Lestari Dodi Asmara.

Mereka ditetapkan tersangka pada 28 Maret 2018. Dalam proses penyelidikan, puluhan kepala sekolah juga sudah diperiksa sebagai saksi.‎  Direktur CV Aida Cahaya Lestari yang DPO Kejari Binjai sudah ditangkap dan kini dititipkan ke Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Binjai. [op]

Apa Tanggapan Anda?