Home / / Kelancaran Penyaluran Elpiji Bangkitkan Industri Wisata

Kelancaran Penyaluran Elpiji Bangkitkan Industri Wisata


EDISIMEDAN.com, MEDAN- Ada nuansa berbeda setiap melintasi salah satu kota wisata di Sumatera Utara ini. Berastagi beserta kekayaan kulinernya, keindahan bunga-bunganya, kelezatan buah-buahnya akan selalu memanjakan mata, lidah dan hati para pecinta wisata.

Kawasannya yang selalu terjaga dengan baik bisa melesapkan dinginnya udara yang menyeruak ke sendi-sendi. Namun, dinginnya ini yang juga dirindukan, tidak kalah rindunya dengan nikmatnya kuliner yang ditawarkan. Jagung rebus dan jagung bakar nan hangat yang baru turun dari pembakaran membuat gigil sedikit terganggu. Belum lagi mi rebus panas-panas, ditambah camilan kebanggan wajik dan pecal yang rasanya tidak akan ada duanya karena dinikmati sambil melihat keelokan alam semesta.

Butiran embun dan hujan kabut yang meski membuat mata kabur tapi, lagi-lagi, setiap weekend tiba, kabut dan dingin menjadi kerinduan untuk dicicipi menghilangkan penat.

Di sela-sela kerinduan tadi, tibalah saat memesan menu makanan. Sedikit heran, karena begitu cepat menu-menu itu disajikan ke pengunjung. Bukan karena banyak karyawannya tetapi timbul rasa penasaran yang kemudian membuat kita ingin melongok ke dapur tradisional di usaha kuliner yang satu ini.

Baca Juga:  Wagub Ijeck Harapkan AMSI Sumut Jadi Role Model Media Siber

Tidak ada tungku dengan kayu bakar. Tak tampak juga kompor berbahan bakar minyak tanah. Yang terlihat, justru tabung ‘melon’ elok, tersusun rapi di pedapuran pengelola usaha kuliner. Ini ternyata yang membuat masakan-masakan yang dirindukan itu cepat dimasak dan dihidangkan ke pengunjung.

Sukirman, pengelola kuliner yang sudah berjualan 7 tahun di kota wisata ini mengaku sengaja menggunakan gas melon. Menurutnya, lebih cepat dan praktis. Gas melon ini diakunya sudah digunakannya sejak terjadi kelangkaan minyak tanah.

Meskipun beralih, namun dia mengaku tidak kesulitan mendapatkan gas itu di daerah wisata ini. Di tempat yang dikelolanya, dia biasa menggunakan 3 tabung ukuran 3 Kg setiap hari.

Dia juga mengatakan tidak ada kendala selama menggunakan elpiji melon ini. Sudah hemat, praktis, dan cepat. Menurutnya, harga eceran juga tidak ada kendala, berkisar Rp20 ribu rata-rata per tabung.

Baca Juga:  Pertamina Peduli & Hiswana Bagikan APD dan Masker ke RS COVID-19
Salah seorang pedagang kuliner di kawasan wisata Berastagi, Karo sedang menyiapkan pesanan pengunjung

Dia pun merasakan manfaat setelah menggunakan elpiji ini. “Di sini jarang terlambat distribusi. Kunjungan wisata Alhamdulillah. Sudah dua pekan mulai naik dari sebelumnya. Naik 30 persen dari pandemi,” tambah warga Kabanjahe yang berusia 53 tahun ini.

Senada dengan pengelola kuliner berikutnya, Nurmala (50) yang mengaku sudah 30 tahun berjualan menggunakan gas dan juga merasakan manisnya berjualan di kawasan wisata. Setidaknya, akunya, setiap hari ada yang diharapkan berkunjung membeli barang dagangannya.

“Setidaknya ada yang diharapkan, apalagi saat ini pasca Sumut berada di PPKM level 1 pengunjung kembali mulai ramai, kamipun harus menambah stok gas elpiji biar lebih mudah. Gas elpiji ini cukup membantu kita yang berjualan di kawasan wisata. paparnya.

Nurhadi, pengawas operasional PT. CPM mengatakan, meski tidak melayani secara khusus ke kawasan wisata, namun disebutkannya, pada masa yang masih pandemi Covid-19 ini, stok gas elpiji melon masih sangat mencukupi.

Baca Juga:  Tujuh Agen Elpiji Sumut Disanksi Pertamina

“Kondisi pandemi begini, bahkan mungkin bisa saya bilang sangat sangat mencukupi, hampir lebih pun. Kalau istilah distribusi khusus untuk ke daerah wisata sebenarnya tidak ada. Dan kita SPPBE hanya menyalurkan (berapa dan kemana) sesuai instruksi pihak Pertamina. Kalau ada perubahan kebutuhan di lapangan, pihak Pertamina dan pihak Penyalur pasti sudah respons dahulu,” katanya.

Tidak hanya melalui penyaluran gas yang lancar, upaya Pertamina membantu perekonomian warga lokal daerah wisata juga dilakukan melalui pembinaan ke sejumlah usaha mikro, kecil dan menengah.

Usaha-usaha binaan Pertamina, khususnya di kawasan wisata sekitaran Berastagi, Karo, Kabanjahe di Sumatera Utara, di antaranya Peternakan Sapi di Jalan Kotacane, Pertanian Dedy Franata di Jalan Rata Perangin-angin, C & C Bakery & Shop di Jalan Jamin Ginting Kabanjahe Karo, Sakura Laundry Jalan Jamin GInting Kabanjahe Karo, Roti D5S di Jalan Mesjid Kabanjahe Karo, dan lain-lainnya.(Mahbubah Lubis)

Terkait


Berita Terbaru