Kemenag Siantar inisiasi keterlibatan orang tua siswa mengajar di Madrasah

    43
    ???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

    EDISIMEDAN.COM,MEDAN: Suatu keharusan bagi orang tua peserta didik dapat memahami sekolah sebagai tempat anaknya belajar dan pihak sekolah menghargai pandangan dan kontribusi orang tua sehingga dapat saling mengisi, melengkapi, mengingatkan dan menyempurnakan sehingga siswa dapat berkembang dengan baik serta mendapatkan pelayanan optimal.

    Siswa yang merasa memiliki sekolah akan merasa nyaman dengan teman, guru dan ruang kelas sebagai tempat belajar mengajar, memberikan dan menerima ilmu sekaligus sebagai media bagi guru dan murid bisa saling bekerja sama, selanjutnya bagaimana dengan peran orangtua siswa dalam proses pendidikan anak, keberhasilan pembelajaran tidak bisa hanya dibebankan kepada guru dan kepala sekolah, orang tua harus berperan aktif menjadi guru utama bagi seorang anak dalam mendapatkan pendidikan, dan guru disekolah merupakan pengajar lanjutan dalam perkembangan pendidikan bagi anak.

    Hal ini terungkap didalam Pelatihan Peran Serta Masyarakat yang diselenggarakan oleh Tanoto Foundation bekerjsama dengan Pemerintah Daerah dan Kemenag Kota Pematangsiantar, dalam rangkaian kegiatan selama bulan Februari 2019 bagi lima Kecamatan, Siantar Marihat, Siantar selatan, Siantar Martoba, Siantar Utara dan Siantar Sitalasari, bagi jenjang pendidikan SD, Mi dan SMP, MTs, diikuti oleh 104 orang peserta yang terdiri dari Guru, Kepala Sekolah, Pengawas dan Komite Sekolah sebagai perwakilan orang tua siswa.

    Kepala Kemenag Kota Pematangsiantar melalui Kepala seksi Pendidikan Madrasah, Utuh Samiyono mengungkapkan bahwa keterlibatan masyarakat didalam peningkatan kualitas madrasah dirasakan masih kurang, hal ini terjadi dikarenakan kurangnya informasi yang diterima orang tua siswa tentang proses apa yang terjadi didalam pendidikan madrasah, dan menjadi tanggung jawab pengelola sekolah menjebatani hal tersebut.

    “Jika orang tua siswa berprofesi sebagai dokter sudah barang tentu ahli dalam ilmu kesehatan, kepala sekolah dalam hal ini dapat mengundang mereka dihari libur kerjanya untuk mengajar dan memberikan pengetahuan tentang kesehatan kepada siswa dan guru, seperti kesehatan gigi, kuku, dan anggota tubuh lainnya, dalam ruang lingkup pola hidup bersih dan sehat. Atau jika ada orang tua siswa yang memiliki kemampuan hapiz Al-Quran, bisa meluangkan waktunya untuk datang kemadrasah mengajarkan siswa dalam hapalan ayat-ayat pendek misalnya, nah hal ini baru akan terjadi jika Kepala Sekolah dan Komite seiring sejalan”, ungkapnya.

    Utuh Samiyono juga menjelaskan bahwa guru berkewajiban untuk membangun komunikasi yang baik dengan orangtua siswa. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi dan dukungan yang memadai terhadap berbagai hal yang dapat orangtua lakukan, sekaligus menjelaskan manfaat dukungan mereka terhadap murid dalam proses belajar. Pertukaran informasi dan diskusi yang baik antara guru sekolah dan orangtua juga berimbas pada kedekatan guru dengan orangtua yang semakin erat juga akan memudahkan guru dalam mengelola peserta didiknya atas dasar kepercayaan yang diberikan orangtua.

    Sementara itu perwakilan Komite Sekolah SMP Negeri 12 Pematangsiantar Mugiono Zer mengungkapkan rasa terimakasihnya untuk pertama kali diundang dalam mengikuti pelatihan Peran Serta Masyarakat, yang dirasakan cukup membuka wawasannya tentang peran Komite di sekolah yang tidak hanya bermitra secara formal dengan sekolah, namun keterlibatan lebih jauh sangat dibutuhkan untuk kemajuan sekolah.

    “saya baru mengetahui bahwa fungsi dan peran sekolah seperti penerapan manajemen berbasis sekolah akan sangat membantu komite selaku perwakilan orang tua siswa dalam mengembangkan sekolah, seperti program literasi dalam pembelajaran, selama ini kami hanya mengetahui pembelajaran itu hanya dari guru ke siswa, ternyata sekarang siswa diharuskan aktif untuk melakukan pembelajaran, maka pelatihan ini menurut kami memberikan banyak wawasan untuk dapat bermitra lebih baik dengan sekolah, seperti memberikan masukan, melengkapi hal-hal yang dirasakan kurang sesuai dengan kapasitas dan kemampuan orangtua wali murid”, jelasnya.(Mahbubah Lubis)

     

     

     

    Apa Tanggapan Anda?