Kendalikan Perubahan Iklim, Dinas PP Dan PA Provsu Advokasi Peningkatan Partisipasi perempuan

18

EDISIMEDAN.com, MEDAN: Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Utara (PP Dan PA Provsu) menggelar Advokasi peningkatan partisipasi perempuan dalam pengendalian perubahan iklim di provinsi Sumatera Utara di Aryaduta Hotel jalan Kapten Maulana Lubis pada Kamis, (18/10/2018).

Kepala Dinas PP dan PA Provsu, Hj. Nurlela, SH, M.AP mengatakan Indonesia merupakan negara yang berkembang, juga termasuk salah satu negara yang terancam kehilangan pulau -pulau kecilnya. Indonesia juga rentan terhadap dampak perubahan iklim dan intensitas terjadinya bencana alam, gempa bumi, tsunami, kekeringan dan banjir bandeng di berbagai wilayah.

“Saat ini di Sumut bencana alam ternyata sangat berakibat pada penurunan angka harapan hidup perempuan, ini menunjukkan bahwa perempuan dan anak merupakan korban terbesar dari berbagai bencana alam yang terjadi. Akibatnya terjadi peningkatan kemiskinan dikalangan perempuan dan semakin terpuruknya ketidaksetaraan gender karena perempuan harus menanggung beban tanggung jawab ganda” katanya.

Berbagai fakta imperial atas dampak perubahan iklim terhadap perempuan belum diiringi kesadaran akan pentingnya melibatkan perempuan kedalam berbagai pembahasan mengenai perubahan iklim.

Dikatakan Nurlella saat ini berbagai upaya untuk mengurangi laju dan dampak perubahan iklim telah dilakukan baik ditingkat global, lokal. Perubahan iklim juga dikatakannya bisa menjadi isu penting dimana perempuan dapat memainkan perannya sebagai penggerak yang dapat merespon perubahan lingkungan dengan lebih baik.

“Saya harapkan usai kegiatan ini sama sama kita aplikasikan di masyarakat, apalagi yang hadir hari ini adalah orang orang yang sangat dekat dengan kegiatan yang kita bahas ini,” katanya.

Sebelumya, Ketua Panitia, Emmy Suryana lubis dalam laporannya mengatakan tujuan kegiatan advokasi yakni memberikan pemahaman kepada Staekholder terkait dari OPD Provsu/organisasi kemasyarakatan/ organisasi profesi dan Staekholder yang peduli tentang dampak perubahan iklim yang responsif gender yaitu bagaimana melakukan tindakan antisipatif dan preventif yang minim resiko gender dan sesuai kebutuhan, kemampuan kelompok dan melindungi hak perempuan dalam aksi-aksi perubahan iklim.

Kemudian dinyatakan juga untuk menggali informasi dan masukan tentang bagaimana akses dan pelibatan perempuan dalam pengelolaan perubahan iklim dan mengetahui berbagai inisiatif yang telah dikembangkan oleh masyarakat khususnya perempuan dalam pelaksanaan perubahan iklim.

Dikatakan, kegiatan ini digelar guna menindaklanjuti surat kementrian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak RI.

Hadir dalam kegiatan tersebut, penggiat penggiat perempuan dan anak di Sumatera Utara, deputi bidang kesetaraan gender, pakar-pakar gender, sekretaris Bappeda dan perwakilan dari kementrian lingkungan hidup. (Mahbubah Lubis)

 

Apa Tanggapan Anda?