Home / SUMUT / Ketua PWI Kecam Polisi Penganiaya Wartawan Catut Namanya

Ketua PWI Kecam Polisi Penganiaya Wartawan Catut Namanya


MEDAN| Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara, M Syahrir mengecam keras tindakan penganiayaan yang dilakukan sejumlah oknum Sabhara Polresta Medan terhadap wartawan Harian Andalas, Thamrin Samosir saat melakukan peliputan di Pekan Raya Sumatera Utara, Minggu (5/4/2015) kemarin.

Hal itu dikatakan M Syahrir menjawab wartawan seputar adanya penganiayaan yang dilakukan oknum Sabhara Polresta Medan kepada salah seorang wartawan di Medan, kemarin.

“PWI Sumatera Utara mengecam keras atas tindakan polisi yang melakukan penganiayaan terhadap wartawan Harian Andalas, Thamrin Samosir saat akan melaksanakan tugas jurnalistik di PRSU kemarin,” tegas Ketua PWI Sumatera Utara.

Dikatakan dia, seorang wartawan sangat memahami tugas kepolisian saat berada di lapangan. Namun, seyogianya aparat kepolisian juga harus memahami tugas wartawan di lapangan.

“Baik Polri maupun Pers, sudah dilindungi UU saat bertugas di lapangan. Seharusnya kita semua dapat memahami dan menghormati tugas fungsi kita masing-masing. Tentu, sikap arogansi aparat Sabhara Polresta Medan ini sangat kita kecam, apalagi dilakukan di depan masyarakat,” ujar Syahrir.

Baca Juga:  KPK RI Lakukan Monitoring di Labuhanbatu

Perbuatan tersebut, kata Syahrir, tentu dapat menimbulkan kekecewaan dan ketidaksimpatikan dari masyarakat.

“Karena itu, kita meminta Kapolda Sumut dan Kapolresta Medan dapat segera menindaklanjuti laporan pengaduan tersebut. Apalagi, kasus ini dapat menjadi preseden buruk bagi masyarakat khususnya insan pers,” beber Syahrir.

Dalam menangani kasus yang dilaporkan korban, Syahrir berharap penyidik dapat menerapkan pasal berlapis. Yakni, pasal yang diatur dalam UU. RI No. 40 tahun tahun 1999 tentang Pers.

“Penyidik harus berani menerapkan pasal berlapis yakni dengan menerapkan UU RI No. 40 tahun 1999 tentang pers. Memang, pasal 351 jo 170 KUHPidana perlu dicantumkan,” urainya.

CATUT NAMA KETUA PWI
Disinggung mengenai adanya oknum Sabhara Polresta Medan yang mencatut dan mengaku sebagai anak Ketua PWI Sumatera Utara, ia berharap tidak ada pihak-pihaknya yang memanfaatkan PWI sebagai lembaga untuk menakut-nakuti orang.

Baca Juga:  NasDem Usung Lisa Andriani Lubis - Sapta Bangun Pilkada Binjai 2020

“Kapan pula anak saya ada polisi. Anak saya ada tiga, memang ada satu laki-laki, tapi itu masih kecil,” terangnya.

Dia berharap, aparat tersebut tidak menodai PWI sebagai organisasi profesi dengan membawa-bawa nama Ketua PWI dan mengancam wartawan saat bertugas.

“Itu hak orang untuk berprofesi. PWI tidak bisa membatasinya dan saya berharap seluruh pihak dapat menghormati wartawan ketika sedang bertugas,” bilang Syahrir sembari mengingatkan tugas wartawan sudah dilindungi UU.

Sebelumnya, peristiwa kekerasan terhadap Thamrin Samosir (25) terjadi saat dirinya melakukan peliputan di areal pekan Raya SUmatera Utara (PRSU), Minggu (5/4/2015) malam.

Thamrin dianiaya sejumlah personil Sabhara Polresta Medan didepan pos satpam PRSU saat melihat anggota Sabhara Polresta Medan mengamankan seorang pemuda yang belum diketahui penyebabnya.

Saat menanyakan apa yang terjadi, seorang personil Sabhara Polresta Medan malah menarik baju korban dan memukulnya. Melihat seorang petugas memukuli korban, belasan anggota Sabhara Polresta Medan bukannya menengahi malah ikut memukulinya. Seorang diantara anggota Sabhara Polresta Medan tersebut juga ada yang melempar aqua gelas berisi air ke kepala korban.

Baca Juga:  Aniaya Siswa, Oknum Guru di Nias Selatan Ini Terancam Diberhentikan

Atas tindakan penganiayaan tersebut, korban kemudian membuat pengaduan resmi ke Mapolresta Medan, dengan nomor LP/807/IV/SPKT/2015/Resta Medan. [ded]

Terkait


Berita Terbaru
 
Scroll Up