Home / PROFIL / Kisah Arlan Rantau Prapat, Sempat Terlantar di Amplas Akhirnya Jadi Bintang D’Academy

Kisah Arlan Rantau Prapat, Sempat Terlantar di Amplas Akhirnya Jadi Bintang D’Academy


Arlan, peserta D'Academy 4 asal Rantau Prapat saat bersama istri dan dua anaknya serta orangtuanya. Keikutsertaannya di kompetisi ajang pencarian bakat Dangdut nasional ini selain mengharumkan nama daerah, hasil karyanya akan bermanfaat pada orang banyak.

Belum Dapat Dukungan Pemerintah Setempat
Perjalanan Arlan menjadi bintang masih panjang. Pada audisi pertama, ia maju 10 besar dari 4.000 peserta audisi di 7 kota berbeda.

Pun saat berhasil meraih golden tiket ke Jakarta untuk konser 35 besar pada Januari 2017 lalu, Arlan sempat tak mengira dapat menginjakkan kakinya di ibukota, bahkan mulai mengisi layar televisi pada konser kompetisi.

Ketatnya persaingan 10 besar kontestan tak urung mulai dirisaukan keluarganya.

“Selama ini yang dukung sebatas warga dan teman temannya sesama EO dan buruh kasar yang kirim sms Polling. Sempat juga minta perhatian sama pemerintah, tapi hasilnya belum kelihatan” ungkap Muhibbah adik Arlan yang kini tinggal menemani Hamidah selama ditinggal suaminya.

Berbagai cara juga dilakukan memikat simpati warga, apalagi Arlan bersaing dengan 2 warga Sumatera Utara di 10 besar. Sosialisasi mulai diperluas hingga kabupaten tetangga.

Baca Juga:  Buaya 4 Meter di Sungai Bilah Bikin Geger

BACA JUGA
Terlanjur Cinta; Emma Gunawan, Sales Director Manulife Medan

“Alhamdulillah kemarin bisa bertemu dengan pejabat di Labuhanbatu Selatan. Ternyata pemerintah di sana masih ada yang peduli, dan responnya positif. Tapi kan semakin mengerucut, Arlan masih butuh dukungan yang lain terutama warga Sumut,” terang Hamidah.

Di tempat terpisah, tokoh masyarakat Labuhanbatu Zulkarnain Siregar menghimbau semua warga Labuhanbatu ikut andil memberi dukungan pada Arlan.

Ditanya alasan himbauannya, pria yang juga menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Kabupaten Labuhanbatu Selatan ini menyebutkan, edukasi positif bagi para pemuda yang memiliki skill dan talenta seharusnya lebih diprioritaskan.

Karena selain mengharumkan nama daerah, hasil karyanya akan bermanfaat pada orang banyak.

“Kita bangga kalau ada ikon baru dalam dunia seni dangdut apalagi dia anak pesisir, punya bakat emas, ‘kan sayang kalau tidak didukung pemerintah. Itu kan salah satu aset,” ujar Zulkarnain Siregar. [tti]

Terkait


Berita Terbaru